Jembatan Apung di Kali Progo Hancur Terseret Banjir

Jembatan apung di wilayah Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo, dilaporkan hanyut terseret arus deras Sungai Progo

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUN JOGJA/Istimewa
HANCUR : Kondisi jembatan apung di Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo yang hanyut akibat derasnya arus Sungai Progo pada Selasa (21/10/2025) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Jembatan apung di wilayah Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo, dilaporkan hanyut terseret arus deras Sungai Progo. Adapun jembatan ini menjadi jalan alternatif penghubung Kulon Progo dengan Bantul.

Sukidi, salah satu inisiator pembuatan jembatan tersebut mengatakan jembatan itu hanyut sejak Selasa (21/10/2025) lalu. Hari itu, hujan cukup deras mengguyur hampir seluruh wilayah Kulon Progo.

"Hujan tersebut membuat debit air di Sungai Progo meningkat dan arusnya semakin deras," katanya pada wartawan, Jumat (24/10/2025).

Menurut Sukidi, derasnya arus Sungai Progo membuat tiang penopang tidak kuat menahan. Apalagi ada tiang yang kondisinya memang sudah kurang baik seiring berjalannya waktu.

Akibatnya, tiang penopang tersebut akhirnya patah dan membuat jembatan langsung hanyut terbawa arus sungai. Praktis, jembatannya pun tidak bisa digunakan lagi.

Jembatan itu telah digunakan selama kurang lebih 2,5 bulan terakhir. Pembuatannya dilakukan secara swadaya, mengandalkan kantong pribadi dari 3 pengusaha tahu di Ngentakrejo.

"Pembuatannya menelan biaya sekitar Rp 150 juta dari pengusaha tahu," ungkap Sukidi yang juga pengusaha tahu dari Ngentakrejo ini.

Jembatan tersebut dibuat untuk mempermudah transportasi kendaraan pengangkut tahu dari Kulon Progo ke Bantul dan sebaliknya. Namun masyarakat umum pun bisa memanfaatkan jembatan tersebut.

Baca juga: Jumat Curhat, Warga Bantul Sampaikan Keluh Kesah ke Polisi

Menurut Sukidi, pengendara yang melintas dikenakan tarif seikhlasnya oleh petugas jaga jembatan. Namun ia mengaku uang yang dikumpulkan dari masyarakat tersebut belum sepenuhnya mengganti biaya pembuatan jembatan.

"Seperempatnya pun belum sampai, sebab sebelumnya sudah keluar biaya lagi untuk perawatan dan perbaikan jembatan," ujarnya.

Lurah Ngentakrejo, Sumardi mengatakan saat kejadian jembatan hanyut sedang tidak ada pengendara yang melintas di atasnya. Sebab saat itu kondisinya sedang hujan deras dan arus Sungai Progo meningkat.

Ia pun mengatakan jembatan tersebut resmi tidak beroperasi lagi karena sudah rusak total.

Sejak awal, jembatan tersebut dibuat untuk sementara, hanya selama musim kemarau saat debit air Sungai Progo sedang turun.

"Jembatannya sudah tidak beroperasi karena sudah jebol dan hanyut ke timur sungai," jelas Sumardi.(alx)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved