Garda Bagus dan Perjalanan Panjang Mengenalkan Dunia Serangga Lewat Nusantara Wilderness
Kini hobinya tumbuh menjadi alat perkenalan hewan tersebut kepada masyarakat luas.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM – Di masa kecilnya, Garda Bagus Mastra sering menghabiskan waktu di kebun bersama teman-teman sebaya. Kebun, baginya seperti dunia berbeda yang mempertemukan dengan makhluk kecil yaitu serangga.
Kini hobinya tumbuh menjadi alat perkenalan hewan tersebut kepada masyarakat luas. Garda tidak hanya menjadi penemu spesies serangga Phyllium gardabagusi, ia juga mendirikan ekowisata edukatif bernama Nusantara Wilderness.
Lewat ekowisata ini, Garda mengenalkan berbagai spesies serangga kepada masyarakat melalui kegiatan trekking penjelajahan alam di Yogyakarta dan kota-kota lain.
Semua berawal dari masa kecilnya. Ayah dan ibu selalu mendukung rasa penasarannya terhadap serangga. Tiap kali bertemu jenis baru, ia merasa wajib mengamati, membawanya pulang, lalu mencari informasinya melalui buku-buku.
“Saya mencari tahu jenisnya, bagaimana cara merawatnya, serta identifikasi secara ilmiahnya bagaimana,” ucap Garda kepada Tribun Jogja.
Meski dikenal sebagai lulusan angkatan 2017 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Garda adalah sosok yang aktif memantik diskusi di komunitas pecinta serangga internasional di kanal Facebook.
Melalui media daring tersebut, ia berkenalan dengan kawan-kawan luar negeri yang menjadi para koleganya.
Saat datang ke Indonesia, mereka meminta Garda membuka usaha memandu trekking sambil menjelaskan jenis-jenis serangga lokal. Usaha itu kemudian terus berlanjut seiring waktu.
Pandemi COVID-19 sempat membuat kegiatan Garda lesu karena terbatasnya penerbangan internasional. Ia lalu memutuskan membuka jasa pemandu tur bagi wisatawan domestik.
Saat ditanya apa filosofi serangga baginya, Garda menjawab, “Karena serangga adalah organisme dengan jumlah spesies terbanyak di dunia. Mereka pun bisa diamati mulai dari halaman rumah sendiri.”
Menurutnya, seseorang tidak perlu jauh-jauh ke hutan untuk berkenalan dengan mereka, cukup melalui lingkungan terdekat. Oleh karena itu, kegiatan ini dekat dengan keseharian, khususnya anak-anak yang suka bermain.
Hal itu menjadi motivasi bagi Nusantara Wilderness untuk melangsungkan kegiatan penjelajahan dengan sasaran anak-anak dan keluarga.
Di Yogyakarta, acara ini dilangsungkan di daerah-daerah utara seperti Plunyon, Hargobinangun, Pakem, dan Turgo.
Dengan menggandeng para ahli, Garda menawarkan pembelajaran di alam terbuka untuk mengamati serangga, tumbuh-tumbuhan, dan spesies lainnya sebagai bagian dari semesta.
“Semua jenis serangga menarik karena mereka punya peran masing-masing di alam,” ujar Garda.
| Tak Perlu Lucuti Celana Kiai Ashari |
|
|---|
| Lewat Program ‘Pindar Mengajar’, AFPI Gencarkan Literasi Keuangan Digital di Yogyakarta |
|
|---|
| IPK Indonesia DIY Lakukan Pendampingan Psikologis Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta |
|
|---|
| Mimpi yang Terwujud dari Ketekunan Menabung Bertemu dengan Subsidi Dana Manfaat |
|
|---|
| Di Balik Inovasi Embarkasi Hotel Pertama dan Satu-satunya, Ada Dana Manfaat Bekerja Tanpa Terlihat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mengenalkan-serangga-1.jpg)