Siswa SD Meninggal saat Outbond

Insiden Siswa SD Meninggal Dunia saat Pramuka Sekolah, Ini Kata Disdik Gunungkidul

Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengatakan pihaknya telah mendatangi sekolah untuk mengonfirmasi kronologi

Tayang:
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Tribunjogja.com/Nanda Sagita
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Nunuk Setyowati 

Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pendidikan Gunungkidul buka suara soal meninggalnya GS (8), siswa kelas 2 di SDN Kamal, Kalurahan Wunung Kapanewon Wonosari, akibat tenggelam di Sungai Kamal saat outbond pramuka sekolah, pada Rabu (15/10/2025) malam

Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengatakan pihaknya telah mendatangi sekolah untuk mengonfirmasi kronologi kegiatan tersebut.

Dari keterangan sekolah, kegiatan tersebut merupakan bagian dari ekstrakurikuler Pramuka yang dirancang untuk mengenalkan tanaman obat di sekitar kawasan pendidikan.

 “Kegiatan itu untuk mencari tanaman obat-obatan. Jadi bukan outbound apalagi susur sungai,” ujar Nunuk saat dikonfirmasi pada Jumat (17/10/2025).

Nunuk juga meluruskan informasi mengenai pendamping kegiatan. Menurutnya, siswa tidak didampingi guru, melainkan pembina Pramuka resmi sebanyak dua orang.

Kedua pembina tersebut, kata dia, memiliki kualifikasi dan sertifikat resmi. 

“Pembina ini kami pastikan kualifikasinya baik, bahkan sudah memiliki sertifikat internasional,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, outing class sudah lama menjadi metode pembelajaran aktif di sekolah, bahkan dikenalkan sejak tingkat TK untuk membangun kedekatan siswa dengan lingkungan sekitar. 

“Outing class memang bagian dari pembelajaran. Anak-anak diajak mengenali lingkungannya, dan kegiatannya tidak jauh dari sekolah ,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya mengakui insiden ini menjadi catatan penting untuk mengevaluasi standar teknis pelaksanaan kegiatan luar kelas di sekolah-sekolah.

"Ini menjadi perhatian pembelajaran bagi kami, ke depan akan kami atur kegiatan outing class akan memperhatikan kelompok umur," ucapnya. 

Sementara itu, saat disinggung adanya tahapan proses penyelidikan oleh pihak kepolisan, dirinya mengaku akan terbuka untuk membantu proses tersebut.

Nunuk juga  menyampaikan  siap bekerja sama penuh dalam proses penyelidikan.

 “Kemarin sore setelah takziah, saya diberi tahu bahwa kedua pembina sudah dimintai keterangan oleh kepolisian. Kami sangat terbuka dan meminta agar mereka menyampaikan kronologi apa adanya,” katanya (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved