Eksklusif Keracunan Massal SMA 1 Yogya

DPRD Kota Yogyakarta Beri Catatan Terkait Kasus Keracunan MBG

Keputusan menghentikan program MBG selama satu hingga dua minggu dinilai sebagai langkah tepat sembari menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/AZKA RAMADHAN
EVALUASI - Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Darini, berbincang dengan Kepala Sekolah SMA N 1 Yogyakarta dan siswa-siswi yang terdampak insiden keracunan MBG, Jumat (17/10/25) sore. 

"Karena letaknya di Kota Yogya dan (penerimanya) masyarakat Kota Yogya juga, sehingga harus ada intervensi. Dinas Kesehatan bisa hadir untuk mengetahui, di dapur bagaimana sih, ada kandungan apa sih, seperti itu," tegasnya.

Sementara, Anggota Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Nurcahyo Nugroho, menyoroti lemahnya manajemen di dapur penyedia makanan, khususnya terkait proses distribusinya.

Bukan tanpa alasan, diantara sembilan sekolah yang mendapat suplay MBG dari SPPG di kawasan Wirobrajan itu, hanya siswa sekolah menengah atas saja yang mengalami keracunan.

"Antara jam memasak dan distribusi makanannya harus disesuaikan. Karena dari kasus ini kita melihat, yang diduga keracunan itu kan cuma anak-anak SMA, yang makanannya diantar paling akhir. Sedangkan untuk anak-anak SD dan SMP aman," cetusnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved