Eksklusif Keracunan Massal SMA 1 Yogya
DPRD Kota Yogyakarta Beri Catatan Terkait Kasus Keracunan MBG
Keputusan menghentikan program MBG selama satu hingga dua minggu dinilai sebagai langkah tepat sembari menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
"Karena letaknya di Kota Yogya dan (penerimanya) masyarakat Kota Yogya juga, sehingga harus ada intervensi. Dinas Kesehatan bisa hadir untuk mengetahui, di dapur bagaimana sih, ada kandungan apa sih, seperti itu," tegasnya.
Sementara, Anggota Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Nurcahyo Nugroho, menyoroti lemahnya manajemen di dapur penyedia makanan, khususnya terkait proses distribusinya.
Bukan tanpa alasan, diantara sembilan sekolah yang mendapat suplay MBG dari SPPG di kawasan Wirobrajan itu, hanya siswa sekolah menengah atas saja yang mengalami keracunan.
"Antara jam memasak dan distribusi makanannya harus disesuaikan. Karena dari kasus ini kita melihat, yang diduga keracunan itu kan cuma anak-anak SMA, yang makanannya diantar paling akhir. Sedangkan untuk anak-anak SD dan SMP aman," cetusnya. (*)
| Dinkes DIY Belum Bisa Pastikan Makanan yang Jadi Penyebab Keracunan Pelajar di Kota Yogyakarta |
|
|---|
| 426 Siswa SMA 1 Yogyakarta Keracunan MBG, JCW Desak Evaluasi dan Penegakan Hukum |
|
|---|
| Dugaan Keracunan Menu MBG Terjadi Lagi di DIY, Ratusan Siswa SMAN 1 Yogyakarta Mulas hingga Diare |
|
|---|
| Hampir Separuh Siswa SMAN 1 Yogyakarta Diduga Keracunan MBG, Menunya Ayam Barbeque |
|
|---|
| Ratusan Siswa SMA di Jogja Keracunan MBG, Sekda DIY: SPPG Masaknya Kemruputen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/DPRD-Kota-Yogyakarta-soal-keracunan-MBG.jpg)