Pemilik Warung Makan di Bantul Tak Yakin dengan Menu MBG Seharga Rp10 Ribu per Porsi

Ia mengaku untuk menjual menu paket makan berisi nasi, sayur dan lauk berupa telur baru bisa dibanderol sekitar Rp13 ribu per porsi.

KOMPAS.COM/M. Elgana Mubarokah
MENU MBG: Foto dok ilustrasi MBG 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Baru-baru ini, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa anggaran makan bergizi gratis (MBG) dengan lauk telur dan ayam bisa dikemas seharga Rp10 ribu per porsi. 

Sementara itu, harga bahan makanan di setiap daerah cukup beragam. Seperti halnya di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, membutuhkan budget yang berbeda agar setiap porsi makanan tersebut dianggap layak konsumsi.

Sunarti, salah satu pemilik warung makan di Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, mengaku untuk menjual menu paket makan berisi nasi, sayur dan lauk berupa telur baru bisa dibanderol sekitar Rp13 ribu per porsi.

"Sedangkan, kalau menu paket isi nasi, sayur, sama lauk ikan atau ayam itu ya biasa saya jual Rp18 ribu per porsi," ucapnya, kepada Tribunjogja.com, Rabu (15/10/2025).

Harga jual paket makan sebesar itu karena memerlukan bahan makanan yang bagus dan segar sebelum dimasak dan diperjulbelikan dalam kondisi sudah masak. Ia sengaja selalu menjual menu makanan dengan bahan baru dan segar untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan saat dikonsumsi oleh konsumen.

"Dan karena harus fresh terus, jadi saya harus beli bahan sayur sama lauk mentah itu setiap hari. Pengeluaran untuk membeli bahan mentah saja sudah cukup tinggi. Ya saya rasa, kalau paket makanan saya dijual segitu ya masuk akal dan sesuai," jelasnya.

Ia pun mengaku tidak yakin apakah bisa menjual makanan dengan harga Rp10 ribu per porsi untuk isi menu paket nasi, sayur, dan lauk dalam porsi yang sama. Sebab, harga bahan baku yang cenderung cukup mahal membuat ia tidak bisa memberikan patokan harga menu paket makanan murah.

"Iya, makanan yang saya jual ini juga cenderung makanan rumah. Enggak ada yang spesial. Tapi, kalau isi paket menu itu sama dan dipatok Rp10 ribu ya paling nanti konsumen enggak kenyang leh makan. Ya malah kasihan to," ucap dia.

Senada, Jilah, pemilik warung makan lain di Kapanewon Bantul, mengaku tidak yakin bisa menyajikan dan menjual makanan berisi nasi, lauk, dan sayur dengan harga Rp10 ribu per porsi. Sebab, ia membutuhkan bahan makanan dan bahan bakar untuk memasak makanan tersebut.

"Ya masak jual makanan yang dihitung bahan makanan tok. Pastilah minyak goreng sama gas elpiji juga perlu diperhitungkan. Jadi, kalau misalnya mau menu yang seperti itu tapi budget Rp10 ribu ya bisa saja, tapi isinya dikit banget," tuturnya.(nei)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved