DIY Alami Inflasi Bulanan Sebesar 0,15 Persen pada September 2025
Inflasi tahun ke tahun pada September 2025 sebesar 2,56 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender sebesar 1,76 persen.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami inflasi bulanan sebesar 0,15 persen pada September 2025.
Dengan demikian, inflasi tahun ke tahun pada September 2025 sebesar 2,56 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender sebesar 1,76 persen.
Statistisi Utama BPS DIY, Sentot Bangun Widoyono, mengatakan kenaikan inflasi bulanan pada September 2025 dipengaruhi oleh beberapa kelompok, utamanya kelompok pribadi dan jasa lainnya yang mengalami kenaikan harga sebesar 0,98 persen.
Sehingga menyumbang inflasi September 2025 sebesar 0,07 persen.
Diikuti oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan inflasi 0,21 persen, yang menyumbang 0,06 terhadap inflasi September 2025.
Kelompok ini mencakup komoditas-komoditas bahan makanan yang akan diolah oleh rumah tangga di DIY.
Kemudian, masih ada sumbangan inflasi 0,01 pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, utamanya disebabkan kenaikan harga kontrak rumah.
“Ini wajar di DIY, karena pada bulan Agustus adalah mulainya ajaran baru, sehingga banyak mahasiswa baru yang membutuhkan perumahan. Jadi karena demand terhadap perumahan meningkat ada kecenderungan harga juga mengalami kenaikan,” katanya.
“Demikian juga untuk makanan minuman jadi, mengalami kenaikan 0,06 persen dan sumbangannya 0,01 persen. Kenaikan ini juga karena faktor demand dari kebutuhan sehari-hari. Mungkin adalah mereka yang belum melakukan kegiatan masak-memasak sendiri,” sambungnya.
Komoditas yang mendorong inflasi September 2025, utamanya adalah daging ayam ras yang memberikan sumbangan cukup besar yaitu 0,10 persen.
Selain itu, ada komoditas lain yang mendorong inflasi, yaitu emas yang memberikan andil sebesar 0,07 persen, cabai merah sebesar 0,05 persen, buncis sebesar 0,03 persen.
Komoditas lainnya adalah telur ayam ras, bayam, kontrak rumah, beras, ikan lele, cabai hijau, yang masing-masing memberikan sumbangan 0,01 persen.
“Sedangkan yang menghambat lonjakan inflasi, utamanya komoditas bahan makanan, seperti bawang merah yang menekan inflasi 0,08 persen. Kemudian tomat menekan 0,05 persen, terong, jeruk, dan bawang putih menekan 0,01 persen,” ujarnya.
Sedangkan inflasi tahunan DIY yang sebesar 2,56 persen sedikit lebih rendah dari angka nasional yang menyentuh 2,65 persen.
Secara tahunan, inflasi September 2025 didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 1,16 persen.
Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah beras, kelapa, dan bawang merah.
Selain itu juga kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil sebesar 0,65 persen. Komoditas penyumbang utama kelompok ini adalah emas perhiasan. (*)
| Manfaatkan AI untuk Sensus Ekonomi 2026, BPS DIY Pastikan Hasilnya Dapat Dipertanggungjawabkan |
|
|---|
| Fluktuasi Harga BBM Penyumbang Utama Inflasi DIY Pasca Momen Ramadan dan Idulfitri 1447 H |
|
|---|
| BPS Ingatkan Dampak Perang Global Bisa Perparah Tren Inflasi di Kota Yogyakarta |
|
|---|
| BPS Catat Inflasi DIY Maret 2026 Sebesar 0,45 Persen, Bensin dan Daging Ayam Jadi Pemicu Utama |
|
|---|
| Momen Lebaran Dorong Inflasi Kota Yogyakarta Maret 2026, Harga Daging Ayam dan Emping Jadi Pemicu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/inflasi_02100_20151002_134419.jpg)