Dcelljogjastore, Merawat Musik Analog dari Bantul untuk Pecinta Suara Lawas
Di tengah arus deras musik digital yang kian mendominasi, musik analog ternyata masih memiliki ruang hidupnya sendiri.
Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Santo Ari
Asriyadi Cahyadi, pemilik Dcelljogjastore di kawasan Panggungharjo, Bantul.
Daya tarik musik analog juga dirasakan oleh Dio, seorang pengunjung asal Lampung yang tengah berlibur ke Yogyakarta. Ia sengaja membeli tape di Pasar Sentir dan membawanya ke toko Asriyadi untuk servis.
"Kalau mendengar musik dari tape, seakan terbawa vibes zaman dulu. Di rumah juga banyak koleksi kaset, termasuk dari orang tua," tuturnya.
Bagi para penggemar, musik analog tidak sekadar hiburan, melainkan pengalaman mendengar yang utuh, lengkap dengan bentuk fisik dan nilai sentimentalnya.
Seperti yang diyakini Asriyadi, selama masih ada telinga yang mencari detail suara khas analog, musik lawas ini akan tetap menemukan pasarnya.(nto)
Baca Juga
| Megatruh Soundsystem Hadirkan ‘Jagad Amuk Rakyat’, Mars Gelap Menuju Album Kedua |
|
|---|
| MOCTAR Rilis ‘Periodik’, Rangkum 15 Tahun Perjalanan Lewat Album dan Tur Toko Buku |
|
|---|
| Hoyoverse Berkolaborasi dengan MAPPA: Rilis Trailer Death in the Afternoon |
|
|---|
| ‘Delirium’, Ledakan Emosi The Troublemaker tentang Kesehatan Mental |
|
|---|
| The Apothecary Diaries Hadir dalam Audiobook Bahasa Inggris, Dijadwalkan Rilis Tahun Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Dcelljogjastore-Merawat-Musik-Analog-dari-Bantul-untuk-Pecinta-Suara-Lawas.jpg)