Disnaker Kulon Progo Beri Pendampingan Pelatih Naker, Optimalkan Penyerapan Tenaga Kerja

Menurut Bambang, pendampingan untuk para mentor naker diperlukan agar mereka memiliki kompetensi yang tepat

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
PELATIHAN: Kegiatan pelatihan bagi pelatih atau mentor tenaga kerja (naker) di Aula Kantor Disnaker Kulon Progo, Selasa (16/09/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kulon Progo memberikan pendampingan bagi puluhan pelatih tenaga kerja (naker) mulai Selasa (16/09/2025) di Kantor Disnaker Kulon Progo. Program tersebut melibatkan tim dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY dan Kulon Progo.

Kepala Disnaker Kulon Progo, Bambang Sutrisno menjelaskan program tersebut merupakan implementasi dari rencana aksi Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi (RPVPV).

"Pendampingannya melibatkan pelatih atau trainer dari KADIN DIY," kata Bambang.

Pelatihan ditujukan bagi pelatih atau mentor naker dari berbagai perusahaan di Kulon Progo. Mentor ini biasanya melakukan kegiatan pemagangan berupa praktik kerja lapangan, praktik kerja industri, pemagangan umum, hingga on the job training.

Menurut Bambang, pendampingan untuk para mentor naker diperlukan agar mereka memiliki kompetensi yang tepat dalam mendampingi para pemagang di perusahaan tempatnya bekerja. Terutama kemampuan secara teknis.

"Jadi mereka mampu mendampingi pemagang secara tepat dan tidak asal-asalan, sehingga bisa menghasilkan lulusan magang yang kompeten sesuai kebutuhan pasar kerja," jelasnya.

Bambang menilai ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari program pendampingan tersebut. Baik bagi perusahaan, pemagang, hingga pemerintah daerah.

Perusahaan nantinya bisa menghemat biaya rekrutmen. Sebab pemagang yang sudah didampingi mentor berpotensi lebih siap untuk diterima bekerja, apalagi dengan adanya rekam jejak kompetensi calon naker.

Pemagang yang didampingi pun bisa meningkatkan keterampilan dan pengalamannya di dunia kerja. Termasuk peluang kerja yang lebih besar dengan kompetensi yang dimiliki.

"Sedangkan bagi pemerintah, bisa meningkatkan daya saing calon naker hingga mengurangi pengangguran," ujar Bambang.

Pelatihannya berlangsung selama 3 hari ke depan mulai hari ini. Selain dari perusahaan, mentor naker yang menjadi peserta pelatihan berasal dari guru pendamping di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Instruktur Balai Latihan Kerja (BLK).

Naning Tri Astuti dari KADIN Kulon Progo mengatakan para peserta nantinya diminta menyusun program pemagangan, disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Program disusun berdasarkan hasil pelatihan yang diikuti.

"Kami akan memantau perkembangan dari pars mentor ini selama 3 bulan ke depan, apakah mereka mampu memenuhi kesesuaian kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja," jelas Naning.(alx)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved