Realisasi Retribusi Pasar Gunungkidul Baru Capai 64,73 Persen

Untuk mencapai target itu, Kelik mengatakan pihaknya menyiapkan langkah intensif untuk mengoptimalkan retribusi pasar.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL – Realisasi pendapatan retribusi pasar di Kabupaten Gunungkidul hingga akhir Agustus 2025 tercatat sebesar Rp3,28 miliar atau 64,73 persen dari target tahunan Rp5,07 miliar.

Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, mengatakan capaian masih tertahan akibat penurunan aktivitas pasar hewan pada triwulan pertama seiring merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta kebakaran yang melanda Pasar Trowono akhir tahun lalu.

"Capaian ini memang sedikit agak lambat disebabkan di triwulan I pasar hewan mengalami penurunan cukup tajam akibat wabah PMK. Serta, pengaruh lain dari  kejadian kebakaran di Los dan Kios pasar Trowono," ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat (12/9/2025).

Untuk mencapai target itu, Kelik mengatakan pihaknya menyiapkan langkah intensif untuk mengoptimalkan retribusi pasar.

Di antaranya melalui program gebyar pasar dan pembentukan satgas optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).

"Dengan strategi ini, kami optimis mampu mendongkrak realisasi hingga akhir tahun," terangnya.

Dia menerangkan saat ini terdapat 38 pasar yang dikelola pemerintah daerah, ditambah kios di kawasan taman parkir dan taman kuliner, dengan sekitar 10.000 pedagang. 

Adapun tarif Retribusi pasar dikenakan berdasarkan kategori, yakni kios Rp700 per meter persegi, los Rp600 per meter persegi, dan pelataran Rp550 per meter persegi.

"Tarif retribusi ini dibayarkan secara per harian oleh para pedagang. Karena, mulai tahun ini kami sudah meniadakan sistem tarif sewa yang dibayar per tahunan," paparnya.

Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, menilai langkah Pemkab melalui gebyar pasar dan satgas PAD patut diapresiasi.

Namun, pemerintah juga diminta memperhatikan kondisi pedagang.

 “Optimalisasi retribusi perlu dijalankan, tetapi jangan sampai menambah beban pedagang. Perbaikan sarana dan kenyamanan pasar juga harus diprioritaskan agar pendapatan bisa meningkat secara wajar,” pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved