Solidaritas 'Ayo Jaga Jogja Bebarengan' Tegaskan Pentingnya Relasi Antarwarga
Fenomena 'Warga Jaga Warga' mengemuka pascakerusuhan yang terjadi di sejumlah daerah pada akhir Agustus hingga awal September 2025.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Wenty menegaskan, pertemanan dengan tetangga juga relevan dalam menghadapi tantangan modern, seperti mobilitas tinggi dan kehidupan digital. Interaksi tatap muka memang berkurang, tetapi jejaring daring justru memberi ruang baru untuk memelihara hubungan.
“Kehidupan digital bahkan memberi ruang baru untuk menjaga hubungan meskipun secara fisik sudah berjauhan. Dukungan, kedekatan, dan sejarah relasi dalam pertemanan dengan tetangga dapat menjadi penguat menjaga kohesivitas sosial,” tuturnya.
Modal Sosial Menghadapi Krisis
Dalam situasi krisis, Wenty menilai tetangga sering kali menjadi pihak pertama yang hadir memberi dukungan, bahkan sebelum keluarga jauh sempat datang.
Karena itu, relasi yang dibangun dalam konteks pertetanggaan sebaiknya dipandang sebagai aset sosial berharga.
“Relasi pertemanan yang dikembangkan dalam konteks pertetanggaan bisa menjadi modal sosial yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan dan krisis yang dihadapi sebuah komunitas,” pungkasnya. (*)
| Persiapan Hotel Sebagai Asrama Haji DIY di Kulon Progo: 1 Kamar Diisi 3 Jemaah |
|
|---|
| Embarkasi Haji DIY di YIA Kulon Progo Diklaim Siap 90 Persen, Keberangkatan Perdana 21 April |
|
|---|
| Refleksi Hari Kartini di Kota Yogyakarta: Ormas Perempuan Didorong Jadi Garda Perlindungan Terdepan |
|
|---|
| MBG Bakal Difokuskan pada Anak Kurang Gizi, Pakar UMY Ungkap Prioritas Sasaran |
|
|---|
| Cerita Sarminiah, Jemaah Haji Tertua Asal Jogja Siap Pergi ke Tanah Suci: InsyaAllah Masih Kuat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)