Dinas Perdagangan Gunungkidul Pantau Harga Pangan Selama Peringatan Maulid Nabi 2025

Bahan pokok yang menjadi perhatian meliputi beras, gula, minyak goreng, cabai, daging ayam, daging sapi, hingga bawang.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Gunungkidul melakukan pemantauan harga pangan sebagai langkah antisipasi potensi kenaikan selama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah.

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Ris Heriyani, mengatakan pemantauan dilakukan karena pada momen Maulid Nabi biasanya terjadi peningkatan permintaan bahan pangan tertentu.

Kondisi itu dikhawatirkan memicu lonjakan harga di pasaran.

“Hingga saat ini, dari hasil pemantauan harga pangan masih dalam kategori stabil,” ujarnya, Minggu (7/9/2025).

Menurutnya, bahan pokok yang menjadi perhatian meliputi beras, gula, minyak goreng, cabai, daging ayam, daging sapi, hingga bawang.

Permintaan terhadap komoditas tersebut umumnya meningkat saat masyarakat menggelar hajatan maupun tradisi kenduri Maulid Nabi.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga daging ayam ras Rp35 ribu/kg, daging sapi Rp130 ribu/kilogram, telur ayamRp26 ribu/kg, bawang putih Rp28 ribu/kg, bawang merah Rp30 ribu/kilogram, cabai merah keriting Rp20 ribu/kilogram, cabai rawit merah Rp25 ribu per kilogram, beras medium Rp13.800/kg, beras premium Rp15 ribu/kg, minyak goreng curah Rp19.500/kg, dan minta goreng Kita Rp16 ribu/kg.

Ris menambahkan pemantauan akan terus dilakukan secara berkala agar distribusi dan ketersediaan barang tetap terjaga.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan pedagang pasar tradisional maupun distributor guna memastikan tidak ada praktik penimbunan yang dapat mengganggu kestabilan harga.

Ris menjelaskan, jika nantinya ditemukan adanya indikasi kenaikan harga yang signifikan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi. 

"Langkah yang disiapkan antara lain dengan memperkuat distribusi serta mendorong operasi pasar apabila diperlukan," ucapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap berbelanja sesuai kebutuhan.

Dengan pola konsumsi yang terjaga, diharapkan ketersediaan stok pangan tetap stabil sehingga tidak menimbulkan gejolak harga. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved