Pemkab Gunungkidul Dorong Pembentukan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gunungkidul, Sri Surhartanta, menyampaikan dukungannya terhadap program tersebut.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) mendorong pembentukan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).
Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Gunungkidul, Nurudin Aranir, mengatakan dibentuknya desa ini untuk mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan secara berkelanjutan.
Ia menyebut indikator keberhasilan mencakup regulasi desa, data terpilah, dukungan pembiayaan, keterwakilan perempuan di lembaga desa, serta lingkungan bebas dari kekerasan dan perkawinan anak.
"Saat ini, yang sudah yang sudah terbentuk DRPPA berada di Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo," ujarnya, pada Minggu (7/9/2025).
Dia menuturkan pembentukan DRPPA akan diperluas secara bertahap ke desa-desa lain.
Harapannya, semua kalurahan di Gunungkidul dapat berkomitmen membangun lingkungan yang ramah bagi perempuan dan anak, sekaligus mencegah berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi.
"Target kami seluruh kalurahan bisa membentuk program DRPPA ini," ucapnya.
Dia menambahkan, keberhasilan program ini membutuhkan dukungan lintas sektor.
“Tidak cukup hanya pemerintah desa, tetapi juga peran aktif masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan, hingga dunia usaha sangat penting agar DRPPA benar-benar berjalan efektif,” jelasnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gunungkidul, Sri Surhartanta, menyampaikan dukungannya terhadap program tersebut.
Menurutnya, peran ibu-ibu di tingkat kalurahan hingga padukuhan sangat strategis untuk menggerakkan program perlindungan perempuan dan anak.
“Dan, salah satunya bisa bersinergi dengan kelompok PKK, aagr nilai-nilai ramah anak dan responsif gender bisa masuk dalam kegiatan sehari-hari keluarga maupun masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, kata dia, pembentukan DRPPA akan memberi ruang lebih luas bagi anak untuk menyampaikan aspirasi.
“Dengan adanya forum anak di desa, suara kami bisa lebih didengar, terutama terkait hak bermain, berpendapat, dan perlindungan dari kekerasan,” pungkasnya. (*).
| Nomor Kanal Aduan WhatsApp Disparekrafpora Gunungkidul, Wisatawan Bisa Laporkan soal Layanan Wisata |
|
|---|
| Lima Tambang Ilegal di Gunungkidul Ditutup Polisi |
|
|---|
| Kronologi 3 Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Ngrumput Gunungkidul, Satu Korban Dilarikan ke RS |
|
|---|
| Tanjakan Clongop Kembali Longsor, Batu Seukuran Mobil Tutupi Badan Jalan Utama Gedangsari-Klaten |
|
|---|
| Target 93 Ribu, Realisasi 210 Ribu! Kunjungan Wisatawan Capai 225 Persen dari Proyeksi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-gunungkidul_20180731_185434.jpg)