Pemuda Lintas Iman DIY Gelar Aksi Damai di Tugu Jogja, Serukan Persatuan
Mereka menyampaikan sembilan poin pernyataan sikap yang menekankan pentingnya menjaga keamanan, kenyamanan, keistimewaan Yogyakarta
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejumlah organisasi kepemudaan lintas iman di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi damai di kawasan Tugu Jogja pada Rabu (3/9/2025).
Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan atas dinamika sosial yang terjadi belakangan ini, serta upaya menjaga kondusivitas dan keistimewaan Yogyakarta sebagai kota budaya dan toleransi.
Aksi damai ini diikuti oleh enam organisasi pemuda lintas iman, antara lain GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, Pemuda Kristen, Pemuda Hindu, Pemuda Budha, dan Pemuda Konghucu.
Mereka menyampaikan sembilan poin pernyataan sikap yang menekankan pentingnya menjaga keamanan, kenyamanan, keistimewaan Yogyakarta, dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Petrus Eko Nugroho, perwakilan dari Pemuda Katolik DIY, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian pemuda lintas iman terhadap situasi sosial-politik yang berkembang, baik secara nasional maupun di Yogyakarta.
“Kami menyampaikan pernyataan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan Jogja. Kami melihat dinamika yang terjadi, dan ingin menegaskan bahwa Jogja aman serta siap menjaga kondusivitas bersama masyarakat,” ujar Eko.
Ia berharap kabar positif ini bisa tersebar luas agar masyarakat semakin tergerak menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah.
Senada dengan itu, Lilik Budi Hartanto, Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor DIY, menyampaikan duka cita mendalam atas korban dalam berbagai aksi demonstrasi yang terjadi di beberapa wilayah DIY.
“Kami turut bersimpati dan berdukacita terhadap seluruh korban aksi. Kami juga memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X yang hadir langsung mendengarkan aspirasi masyarakat. Ini adalah bentuk keteladanan pemimpin yang patut dicontoh,” tegas Lilik.
Ia menambahkan, langkah Sultan turun langsung ke masyarakat memberi dampak menyejukkan dan menjadi contoh kepemimpinan yang bijaksana di tengah situasi panas.
Dalam aksi ini, para pemuda lintas iman juga menyerukan agar masyarakat DIY tetap menyampaikan aspirasi secara damai, tidak anarkis, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu SARA yang berpotensi memecah belah.
“Kami mengajak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara baik tanpa kerusuhan. Kami juga meminta aparat kepolisian untuk tidak bertindak represif dan mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani aspirasi masyarakat,” tambah Lilik.
Para pemuda juga mengungkapkan kegelisahan atas adanya keterlibatan remaja dalam aksi-aksi yang berujung ricuh dan merusak.
Dalam pertemuan dengan Kapolda DIY, mereka mendapat informasi bahwa sebagian besar pelaku kerusuhan justru berasal dari kalangan usia muda.
| Pemkot Yogyakarta Fasilitasi Screening Medis Korban Daycare Little Aresha |
|
|---|
| Komisi D DPRD DIY Kecam Keras Penelantaran dan Penganiayaan Anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta |
|
|---|
| Perkuat Hubungan Budaya Indonesia-Peru, FSMR ISI Yogyakarta Gelar Peruvian Film Festival 2026 |
|
|---|
| Buntut Kasus Little Aresha, Sri Sultan HB X Instruksikan Penutupan Segera Daycare Tak Berizin |
|
|---|
| Guru Jadi Ujung Tombak Perkuat Edukasi soal Geopark Jogja, Dimulai dari MPLS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pemuda-Lintas-Iman-DIY-Gelar-Aksi-Damai-di-Tugu-Jogja-Serukan-Persatuan.jpg)