Awal Maret Ini, Harga Emas Dunia Tembus 5.348,49 Dollar AS Pers Ons, Ini Pemicunya

Pada awal pekan ini atau Senin (2/3/2026), harga emas dunia naik lebih dari satu persen

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
pinterest.com
Emas Batangan - Update harga emas batangan pada tanggal 13 November 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Harga emas dunia melonjak pada awal pekan ini
  • Kenaikan harga emas dunia dipicu perang AS, Israel vs Iran
  • Kenaikan harga emas diperkirakan akan berlangsung hingga akhir tahun

 

TRIBUNJOGJA.COM – Perang Amerika dan Israel vs Iran berdampak terhadap perekonomian global.

Salah satu sektor yang terdampak adalah harga emas dunia.

Pada awal pekan ini atau Senin (2/3/2026), harga emas dunia naik lebih dari satu persen.

Dikutip dari Kompas.com yang melansir pemberitAn Reuters, harga emas di pasar spot pada awal pekan pertama Maret ini naik 1,35 persen menjadi 5.348,49 dollar AS per ons pada pukul 23.16 GMT atau 06.16 WIB. 

Sementara kontrak emas berjangka Amerika Serikat melonjak 2,2 persen ke 5.362,30 dollar AS per ons. 

Menurut analis independen Ross Norman menilai emas menjadi indikator utama meningkatnya ketidakpastian global. 

Emas dikenal sebagai aset aman atau safe haven.

Baca juga: Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 Hari Ini, 1 Maret 2026

Istilah ini merujuk pada instrumen yang diburu investor saat risiko meningkat.

 "Emas mungkin merupakan barometer terbaik untuk mencerminkan ketidakpastian global, dan tekanannya terus meningkat. Kita bisa memperkirakan harga emas akan kembali mencetak rekor baru seiring memasuki era baru ketidakpastian geopolitik," ujar Norman.

Harga emas sendiri terus mengalami kenaikan sejak beberapa tahun terakhir.

Bahkan sepanjang 2025 lalu, harga emas naik sebesar 64 persen.

Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh pembelian besar oleh bank sentral, arus masuk kuat ke exchange-traded funds atau ETF, serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat. 

Sebelumnya, J.P. Morgan dan Bank of America kembali menegaskan proyeksi harga emas berpotensi menembus 6.000 dollar AS per ons.

 J.P. Morgan memperkirakan permintaan dari bank sentral dan investor mendorong harga mencapai 6.300 dollar AS per ons pada akhir 2026. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved