Stok Gas Melon di Sejumlah Toko di Sleman Kosong
Namun kondisinya kian sulit hingga akhirnya hanya mendapatkan 5 tabung per pekan. Itupun harus membayar uangnya di depan agar bisa mendapatkan kiriman
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Larangan penjualan gas melon atau gas elpiji 3 kilogram secara eceran sejak 1 Februari 2025 menimbulkan ketersediaan gas di sejumlah toko - toko di Kabupaten Sleman kosong.
Gas kini menjadi barang yang sulit didapatkan.
"Sekarang lagi susah banget," kata Yana, Penjual toko kebutuhan rumah tangga di Kalurahan Sumberadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Senin (3/2/2025).
Ada 7 tabung gas melon di toko milik Yana yang sekarang kondisinya dibiarkan kosong.
Menurut dia, gas melon sudah mulai sulit didapatkan sejak awal Januari lalu.
Ia bercerita, awalnya mendapatkan pasokan kiriman 10 tabung per pekan. Pengiriman biasanya di hari Sabtu.
Namun kondisinya kian sulit hingga akhirnya hanya mendapatkan 5 tabung per pekan. Itupun harus membayar uangnya di depan agar bisa mendapatkan kiriman rutin.
Jumlah kiriman 5 tabung langsung ludes dalam waktu singkat.
"Dikirimnya Sabtu, tapi biasanya langsung habis hari itu juga," katanya.
Adapun terkait larangan penjualan gas melon di pengecer, Yana mengaku tidak setuju dengan kebijakan tersebut.
Sebab, bakal berdampak signifikan bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan gas melon di malam hari.
"Harapan saya bisa normal lagi seperti biasa. Karena kasihan juga, mereka (pedagang kecil) yang jualan malam. Mereka kehabisan gas malam-malam, gak mungkin kan beli di pangkalan langsung. Kasihan juga," ujar dia.
Kondisi setok gas elpiji tiga kilogram kosong juga terjadi di pangkalan gas elpiji di Cebongan, Mlati, Kabupaten Sleman.
Nanik pemilik pangkalan gas elpiji tersebut mengatakan, dirinya mendapatkan kiriman 100 tabung gas melon tiap pekan.
Pengiriman biasanya dilakukan sepekan dua kali yakni hari Senin dan Kamis. Tetapi pada hari Senin (3/2) ini menjelang sore, tokonya belum mendapatkan pengiriman sehingga stoknya kosong.
| Evaluasi Kinerja, Bupati Sleman Kembali Bongkar-Pasang Pejabat |
|
|---|
| Sleman Uji Coba WFH per 1 Mei: Kuota 25 Persen tapi Opsional, ASN Boleh Tak Ambil |
|
|---|
| Tak Setuju Pilur di Sleman Kembali Coblosan, Dewan Dorong Inovasi E-Voting via Gadget |
|
|---|
| Peringati Hari Kartini, DPC PDIP Sleman Napak Tilas Perjuangan Tokoh Perempuan di Makam Putri Champa |
|
|---|
| Ini Strategi Ansyari Lubis Bongkar Lima Bek Persiku Kudus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pro-Kontra-Warga-di-Sleman-soal-Larangan-Pengecer-Jual-Gas-Melon.jpg)