Ini Strategi Ansyari Lubis Bongkar Lima Bek Persiku Kudus

Ansyari mengungkapkan bahwa kunci membongkar pertahanan berlapis tersebut ada pada pemanfaatan situasi bola mati.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
Pemain PSS Sleman saat merayakan gol yang dicetak oleh Gustavo Tocantins saat menang 2-1 lawan Persiku Kudus di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (20/4/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • PSS Sleman sukses mengalahkan Persiku Kudus dengan skor 2-1 di Stadion Maguwoharjo, hasil gol Frederic Injai (41') dan Gustavo Tocantins.
  • Pelatih Ansyari Lubis memanfaatkan skema bola mati (*set-piece*) dan pengaturan ritme sebagai kunci efektif menembus pertahanan rapat lima bek lawan.
  • Tambahan tiga poin ini membawa PSS Sleman kembali bertakhta di posisi puncak klasemen Grup Timur dengan koleksi 52 poin.

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - PSS Sleman menunjukkan cara efektif membongkar pertahanan lima bek Persiku Kudus saat meraih kemenangan 2-1 pada lanjutan Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Senin (20/4/2026) malam WIB.

Menghadapi skema lima bek yang diterapkan Persiku, tim besutan Ansyari Lubis memang sempat terlihat terburu-buru di babak pertama. 

Lini belakang rapat lawan membuat ruang tembak menjadi sempit, meski PSS mampu menciptakan sejumlah peluang.

Ansyari mengungkapkan bahwa kunci membongkar pertahanan berlapis tersebut ada pada pemanfaatan situasi bola mati.

Menurutnya, skema set-piece kini menjadi tren penting dalam sepak bola modern dan bisa menjadi solusi saat permainan terbuka sulit ditembus.

“Sebenarnya bukan kesulitan. Mereka pakai lima bek, jadi sangat rapat. Tapi set-piece itu sudah jadi tren, itu yang bisa kita manfaatkan,” ujarnya.

Baca juga: Kunci PSS Sleman Sukses Bongkar Pertahanan Rapat Persiku Kudus

Selain itu, PSS juga mencoba menjaga intensitas serangan dengan mengatur ritme permainan.

Namun, kurang maksimalnya penyelesaian akhir membuat tenaga pemain cukup terkuras karena harus terus menekan pertahanan lawan.

“Peluang kita banyak tapi tidak bisa dikonversi jadi gol. Kita harus evaluasi ritme, kapan main cepat, kapan pressing,” jelasnya.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Gol Frederic Injai pada menit ke-41 menjadi bukti keberhasilan PSS memecah kebuntuan, sebelum kemudian Gustavo Tocantins memastikan kemenangan di babak kedua.

Meski sempat kecolongan gol balasan, respons cepat PSS menunjukkan efektivitas pendekatan mereka dalam menghadapi tim dengan pertahanan rendah.

Di sisi lain, Ansyari juga memberikan apresiasi khusus kepada Saiful Djoge yang tampil solid dalam meredam serangan Persiku, termasuk mengantisipasi pergerakan Hugo Samir.

“Dia sudah janji akan bermain penuh, dan hari ini terbukti dia bisa melaksanakannya dengan sangat baik,” ungkapnya.

Kemenangan ini membawa PSS kembali ke puncak klasemen dengan 52 poin, unggul atas Persipura dan Barito Putera, sekaligus mempertegas kapasitas mereka dalam menghadapi berbagai pendekatan taktik lawan.(*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved