Berita DI Yogyakarta Hari Ini
Hujan-Angin Kencang Masih Berpotensi Terjadi di DIY
Hujan dengan intensitas sedang- lebat yang dapat disertai petir atau kilat maupun angin kencang masih berpeluang terjadi di wilayah DIY.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Hujan disertai angin kencang pada Jumat (26/1/2024) kemarin, menyebabkan puluhan rumah warga di Prambanan, Kalasan dan Berbah Kabupaten Sleman rusak.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) DIY menyebut, berdasarkan pantauan citra satelit dan radar cuaca serta hasil analisa dinamika atmosfer-laut, angin kencang yang menerjang wilayah Sleman bagian timur tersebut disebabkan adanya pupunan awan hujan seperti awan cumulonimbus (CB) pada siang hari.
Hal ini karena kondisi MJO saat ini yang ada di kuadran 5 (Maritime Continent) yang berkontribusi terhadap penambahan uap air di wilayah Indonesia.
Kondisi tersebut juga dipicu penguapan atau aktifitas konvektif yang cukup aktif.
Diperkuat dengan SML yang relatif hangat di perairan sekitar Jawa, pola angin baratan yang bersifat konvergen atau mengumpul dan nilai kelembaban udara lapisan bawah - menengah yang tinggi (basah) sehingga potensi peningkatan suplai uap air yang cukup tinggi untuk pertumbuhan awan Cumulonimbus.
"Keadaan ini menimbulkan hujan sedang-lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang yang berdampak bencana hidrometeorologi seperti yang terjadi pada Jumat tanggal 26 Januari 2024 di beberapa wilayah Kabupaten Sleman , Provinsi DIY," kata Kepala Stasiun Meteorologi BMKG , Warjono, Sabtu (27/1/2024).
Sebagaimana diketahui, bencana angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Sleman pada Jumat (26/1) kemarin menyebabkan pelbagai dampak kerusakan.
Bahkan satu orang meninggal dunia tertimpa Joglo saat berteduh.
Data BPBD Sleman menyebutkan 66 rumah warga dilaporkan rusak, 3 di antaranya rusak parah akibat bencana angin kencang yang disertai hujan lebat tersebut.
Baca juga: Imbas Cuaca Ekstrem di Kota Yogyakarta 18-22 Januari 2024, 35 Pohon Tumbang dan 6 Rumah Rusak
Total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Warjono memprakirakan peluang hujan dengan intensitas sedang- lebat yang dapat disertai petir atau kilat maupun angin kencang masih berpeluang terjadi di wilayah DIY.
Hal ini berdasarkan analisa perkembangan dinamika atmosfer-laut untuk beberapa hari kedepan yang di mulai tanggal 26 hingga 28 Januari 2024.
"Tanggal 28 Januari 2024, waspada potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di Kota Yogya, Sleman, Bantul bagian Utara, Kulon Progo bagian Utara, dan Gunungkidul," terangnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengimbau kepada masyarakat untuk waspada potensi bencana hidrometeorologi.
Menurut dia, jika melihat situasi di langit cuaca panas namun tiba-tiba mendung gelap maka waspada.
| Dispar DIY Luncurkan Calender of Event, Sport Tourism Terus Dieksplor |
|
|---|
| Film 1 Kakak 7 Ponakan, Drama Keluarga yang Hangat di Penutupan JAFF 2024 |
|
|---|
| Festival Angkringan Yogyakarta 2024: Angkat Kuliner Ikonik dengan Sentuhan Modern |
|
|---|
| Formulasi Kenaikan UMP Mestinya Disesuaikan dengan Kondisi Daerah |
|
|---|
| Pemda DIY Ikuti Penjurian Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/waspadai-angin-kencang-dan-gelombang-tinggi-di-yogyakarta-hari-ini_20180706_090004.jpg)