Rangkuman Pengetahuan Umum
Macam-Macam Hukum Tajwid Nun Sukun dan Tanwin Beserta Contoh Penerapannya
Ketika membaca Al-Qur'an, penting memahami ilmu tajwid agar bacaan baik dan benar. Inilah penjelasan mengenai ilmu tajwid nun sukun dan tanwin.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM - Ketika membaca Al-Qur'an kita perlu memahami ilmu tajwid agar bacaan baik dan benar.
Membaca Al-Qur'an juga harus tau kapan harus berhenti dan kapan harus melanjutkan.
Tujuannya adalah agar tidak mengubah isi atau arti dari ayat-ayat Al-Qur'an.
Sehingga makna dari bacaan Al-Qur'an dapat direnungkan dan diamalkan dengan benar di dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar maka harus mempelajari ilmu tajwid.
Tajwid berasal dari kata jawada-yujawwidu-tajwiidan (جود- يجود- تجوويد) yang artinya “membaikkan atau membaguskan”.
Tajwid berasal dari bahasa Arab yang artinya melakukan sesuatu dengan indah atau bagus.
Secara garis besar, tajwid adalah ilmu yang mempelajari tentang cara mengucapkan huruf-huruf hijaiyah atau ayat-ayat yang ada di dalam kitab suci Al-Qur'an.
Baca juga: Isi Kandungan Alquran Surat Al-Fiil
Hukum mempelajari ilmu tajwid adalah fardhu kifayah, dimana pada setiap komunitas setidaknya terdapat satu orang yang memahami tentang ilmu tersebut, namun ulama juga menyepakati bahwa tidak wajib menerapkan ilmu tersebut.
Tetapi, ada beberapa ulama yang mengatakan bahawa mempelajari ilmu tajwid adalah fardhu ain atau kewajiban individu.
Hukum ilmu tajwid ada beberapa, yaitu:
1. Nun Sukun dan Tanwin
2. Mim Sukun
3. Mim Tasydid dan Nun Tasydid
4. Lam Ta'rief
5. Qalqalah
Hukum yang pertama adalah Nun Sukun dan Tanwin. Berikut ini penjelasan mengenai hukum tersebut.
A. Idzhar Halqi
Idzhar halqi merupakan hukum bacaan dimana cara membacanya adalah dengan jelas dan terang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Al-Quran-1310.jpg)