Berita Jogja Hari Ini

Pemda DIY Kembali Gencarkan Pengembangan Ekonomi Kreatif

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bersinergi bersama PT. Furindo Artha Mas untuk mempromosikan peluang Investasi produk-produk

Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Neti Istimewa Rukmana
Pembukaan pameran Indo dan Tourism and Trade Invesment Expo 2023 Prioritas Yogyakarta dihadiri oleh Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY dan beberapa instansi terkait di Sleman City Hall pada Kamis (25/5/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bersinergi bersama PT. Furindo Artha Mas untuk mempromosikan peluang Investasi produk-produk unggulan di setiap daerah lewat pameran Indo dan Tourism and Trade Invesment Expo 2023 Prioritas Yogyakarta di Sleman City Hall selama 25-28 Mei 2023.

Dukungan tersebut menjadi upaya untuk meningkatkan nilai eksport di di Indonesia pada umumnya dan di provinsi DIY pada khususnya.

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY, Yuna Pancawati, mengatakan, melalui pameran Indo dan Tourism and Trade Invesment Expo 2023 Prioritas Yogyakarta, maka seluruh produk yang ada dari industri kecil menengah (IKM) itu bisa dipromosikan kepada konsumen dengan tepat.

Baca juga: Dinkes Catat Lebih dari 97 Persen Warga Bantul Telah Memiliki Jaminan Kesehatan

"Karena, jangan sampai konsumen itu berkeinginan untuk (membeli) produk-produk branded. Jadi, di sini kami ingin mengajak masyarakat untuk bisa cinta produk dalam negeri," ucapnya saat menghadiri pelaksaan Indo dan Tourism and Trade Invesment Expo 2023 Prioritas Yogyakarta, Kamis (25/5/2023).

Melalui hal tersebut, kini Pemerintah DIY memiliki fokus pengembangan ekonomi kreatif terhadap 17 sektor. Beberapa di antaranya berupa sektor fashion, kuliner dan kerajinan.

"Itu merupakan tiga komoditi unggulan kami untuk bisa dijadikan produk-produk kreatif yang ada di DIY. Dan tentunya kami juga mendorong untuk meningkatkan ekpor," papar Yuna.

Kendati begitu, Yuna turut menyinggung mengenai kondisi ekspor produk asal DIY dari tahun ke tahun. Di mana selalu mengalami peningkatan yang signifikan.

"Saya lupa nominalnya, kurang lebih 550 juta US dollar untuk 2022. Dan pada 2023 ini kami memiliki target peningkatan ekspor produk sebanyak tiga persen dari sebelumnya," kata dia.

"Maka, kami juga selalu berusaha untuk melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk bisa mengembangkan potensi yang ada," tutupnya. (Nei)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved