Kabupaten Sleman

Kurangi Buang Sampah ke TPST Piyungan, Pemkab Sleman Optimalkan Peran TPS 3R 

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyerahkan bantuan kendaraan roda tiga untuk operasional pengelolaan sampah di Sardonoharjo Ngaglik Sleman, Senin (18/10/2021).

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ketergantungan Kabupaten Sleman membuang sampah ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, masih sangat tinggi.

Jumlahnya mencapai 230 ton per hari.

Kini, pelbagai upaya terus dilakukan, agar dapat mengurangi beban sampah, terutama yang dibuang ke Piyungan.

Satu di antaranya dengan mengoptimalkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) di masyarakat. 

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Dwi Anta Sudibya mengatakan, ada 25 TPS 3R yang tersebar di Bumi Sembada.

Baca juga: Sudah Sebulan Warga di Perbatasan Yogyakarta-Bantul Keluhkan Bau Menyengat yang Menyerupai Sampah

Namun, saat ini hanya ada dua yang terbaik, yaitu TPS 3R Brama Muda di Dayakan, Sardonoharjo, Ngaglik dan di Purwomartani.  Fasilitas di TPS 3R Brama Muda sendiri hampir lengkap.

Mulai dari pemilah, pencacah, pengayak, press plastik, unit kompos dan penguraian sampah dengan maggot.

Kedepan, rencananya akan terus dikuatkan hingga menjadi percontohan.

Meliputi pemenuhan segala peralatan, termasuk pengadaan mesin incinerator pada tahun 2022 mendatang. 

"Sehingga benar-benar zero waste (bebas sampah). Kami sudah ditarget agar bisa mengurangi sampah ke TPST Piyungan sebanyak-banyaknya," kata dia, saat kegiatan pemberian hibah sarana dan prasarana pengelolaan sampah di Sardonoharjo, Ngaglik, Senin (18/10/2021). 

Halaman
123