Korban Klitih Meninggal Dunia

BREAKING NEWS: Diduga Karena Klitih, Pelajar di Bantul Meninggal Dunia

Ilustrasi Klitih

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Rona wajah DI masih terlihat merah.

Rambutnya kusam dan matanya sayu.

Kondisi itu memang wajar.

Sebagai seorang ayah, warga Bantul itu begitu sangat terpukul, telah kehilangan anak kesayangannya, FN.

FN meninggal dunia, setelah 27 hari bertahan di ruang medis, akibat serangan di jalan oleh orang tak bertanggungjawab.

Ya, FN diduga menjadi korban kejahatan jalanan atau sering disebut Klitih.

Diceritakan DI, kejadian klitih yang menimpa anaknya itu bermula ketika FN bersama teman-teman sekolahnya, melakukan refreshing, bermain di pantai di daerah Gunungkidul pada 14 Desember 2019 lalu.

Seusai bermain dari pantai, FN bersama rombongan kemudian pulang mengendarai sepeda motor, melewati jalur Panggang - Siluk.

Ditengah jalan itu, FN beserta rombongan, berpapasan dengan rombongan tak dikenal mengendarai sepeda motor matic.

"Mereka membawa cat, kemudian disiramkan ke motor anak saya," terang DI.

FAKTA Penangkapan Pelaku Klitih di Jogja : Kronologi Penyerangan hingga Identitas Otak Aksi Klitih

Beruntung, cat yang disiramkan oleh gerombolan para pelaku itu tidak mengenai kepala.

Cat tumpah mengenai bagian jok belakang dan knalpot motor.

Namun aksinya tidak berhenti sampai disana.

Para pelaku yang saat itu rombongan berkisar antara 5 - 7 motor itu lalu putar balik.

Mereka mengejar rombongan FN dan teman temannya.

Aksi kejar-kejaran sempat terjadi sampai di Jalur Kebonagung dan Sriharjo.

Para pelaku mengejar dan langsung memepet motor Yamaha R15 berwarna biru yang saat itu dikendarai oleh FN.

Tanpa sebab yang jelas, seorang pelaku kemudian menendangnya.

Kontan saja, motor yang dikendarai oleh FN langsung ambruk.

"Anak saya jatuh ke aspal. Tidak ada yang luka. Tetapi mengalami patah di tulang leher belakang sampai tulang ekor," tuturnya.

Bahkan, bukan hanya motor FN yang saat itu ambruk.

Akibat tendangan dari pelaku, sedikitnya mengakibatkan lima motor teman temannya FN yang saat itu berada dibelakangnya terjatuh.

Beruntung, mereka hanya mengalami luka luka ringan.

Pelajar Asal Bantul Diduga Korban Klitih Meninggal Dunia

FN yang saat itu terkapar kemudian dilarikan ke RS Nur Hidayah.

Menjalani pertolongan medis pertama, lalu di CT Scan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh pasien.

Pasalnya, saat itu, FN mengeluh kepada ayahnya, bahwa sebagian tubuhnya tidak bisa digerakkan.

"Bagian dada ke bawah sampai tangan dan kaki anak saya, tidak bisa digerakkan," tuturnya.

Dari RS Nur Hidayah Bantul itu kemudian pelajar berusia 16 tahun itu pindah perawatan di RS Bethesda yang akhirnya dirujuk ke RSUP Sardjito, Kota Yogyakarta.

Di rumah sakit inilah, FN berusaha semaksimal mungkin bertahan.

Pelajar kelas satu di satu SMK Negeri itu berjuang keras melawan sakitnya.

Keluarga dan para sahabatnya silih berganti, setiap hari terus menjenguk dan mendoakan.

Namun, apa daya, takdir kehidupan memang sudah digariskan.

Setelah 27 hari menjalani perawatan medis, FN akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis, 9 Januari 2020 pukul 22.30 WIB.

"Padahal sebelumnya sempat membaik. Semangatnya sempat pulih pada 29 Desember. Saya waktu itu sudah senang sekali, karena dia sudah mau makan," kenang DI.

DI dan keluarganya, termasuk sang Ibunda, BA begitu sangat terpukul, kehilangan sosok anak yang dikenal supel dan pandai bergaul itu.

Meskipun telah berusaha tegar, nyatanya mereka tak kuasa menahan gemuruh di dadanya.

10 Pelaku Klitih di Sleman Diringkus Polisi, Aktor Utama Aksi Penyerangan Ternyata Seorang Residivis

BA bahkan tak kuasa untuk membendung air yang terus menganak di pelupuk matanya.

Ia menangis. Kepada Tribunjogja.com, Ibunda FN itu mengaku teringat dengan sosok almarhum yang semasa hidupnya baik.

Menurut dia, anaknya itu jarang sekali keluar rumah nongkrong bersama teman temannya.

Kecuali ketika memang ada kegiatan sekolah.

Ketika hari libur pun FN lebih suka bermain dirumah bersama adiknya, M yang saat ini masih berusia 9 tahun.

Bahkan, saat FN sedang dirawat dirumah sakit, M tak pernah absen menjenguk.

Satu ketika M bahkan datang ke rumah sakit membawa raket dan shuttlecock.

"Kakak cepet sembuh. Ayok main raket lagi sama M," ucap BA, menirukan perkataan anak bungsunya itu.

Kepergian FN itu membawa luka mendalam bagi keluarga dan para sahabatnya.

Mereka berharap para pelaku segera ditangkap dan mendapatkan hukuman setimpal.

Meskipun, kata DI, tidak ada hukuman setimpal untuk membalas kepergian anaknya.

KRONOLOGI Aksi Klitih di 3 Lokasi di Jogja, Berawal dari Reuni Sekolah Lalu Berujung Aksi Perusakan

Terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul, AKP Riko Sanjaya mengatakan, pihaknya sudah bergerak cepat dan telah mengamankan pelaku utama, beserta rombongannya dalam kasus tersebut.

Saat ini menurut dia para pelaku sudah ada di Mapolres Bantul untuk menjalani pemeriksaan.

"Kita masih akan dalami terkait perannya masing-masing. Rencana, dalam waktu dekat ini, kita akan rilis (para pelakunya)," ujar AKP Riko.(TRIBUNJOGJA.COM)

Berita Populer