Teguk Pengalaman Baru Minum Kopi di Kafe Ini
Konsep Klinik Kopi ini mirip dengan konsep suatu klinik.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Hendy Kurniawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri Kurniawan
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Minum kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Belum genap rasanya, nongkrong tanpa secangkir kopi hangat menjadi paduannya. Kini banyak kedai kopi yang menawarkan minuman ini dengan selera nikmat untuk pelanggannya. Tapi bagaimana dengan kopi tanpa gula? Tentunya pahit bukan?
Di Yogya, ada sebuah kedai yang memiliki konsep yang betul-betul berbeda dari kafe/kedai kopi kebanyakan. Adalah, Klinik Kopi, yang berada di Jalan Kaliurang km 7,8 Sleman, menawarkan sensasi minum kopi yang sesungguhnya, tanpa pemanis, gula ataupun susu. Kita ditantang untuk mengeksplorasi rasa murni dari sebuah kopi.
Firmansyah, akrab dipanggil Pepeng, pemilik dari Klinik Kopi, membangun kedai ini sejak tahun 2013 silam. Waktu itu tempatnya masih berada di Jalan Gejayan, tepatnya di Pusat Studi Lingkungan Universitas Sanata Dharma. Pepeng memang memiliki ketertarikan akan kopi. Kesukaannya akan traveling dan juga kopi, membuatnya menjelajahi setiap sudut Indonesia dan mengumpulkan kopi-kopi berkualitas di tanah air.
"Waktu itu teman saya dari Australia datang. Dia mau beli biji kopi di indonesia. Ketika itu dia pengen dibuatin kopi sama saya. Nah saya buatin aja kopi sachetan. Ketika Robert mencobanya, dia tertawa karena rasa kopinya aneh. Sejak saat itu saya mau belajar membuat kopi betul-betul," tutur Pepeng, ketika ditemui di Klinik Kopi, Jumat (24/4/2015).
Konsep Klinik Kopi ini mirip dengan konsep suatu klinik. Pasien ketemu dokter untuk meminta obat yang berkhasiat dan cocok untuknya. Nah, di Klinik Kopi, pengunjung meminta Pepeng untuk membuatkan kopi yang cocok dan pas untuk lidah pengunjung. Setibanya di klinik, kita langsung ditanya oleh pemilik kedai, ' Mau kopi yang bagaimana mas?' agar selera kopi yang dibuat Pepeng sesuai dengan selera pengunjung.
Tak hanya menawarkan Kopi, Klinik Kopi juga memperlihatkan bagaimana perjalanan kopi dari proses panen, pascapanen, roasting dan brewing, kemudian sampai di cangkir kita. Di Klinik Kopi, terdapat tempat pengeringan kopi, alat roasting, alat-alat brewing. Semuanya adalah mesin manual. Kopi dibuat dengan tangan, tanpa campur tangan mesin.
"Kami ingin orang lebih aware dengan apa yang diminumnya. Jadi tak hanya minum kopinya, tapi juga tahu prosesnya sebelum menjadi secangkir kopi yang nikmat," tutur Pepeng. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kedai-klinik-kopi-cafe_20150424_212515.jpg)