Menyelami Pemikiran 4 Ikon Jurnalis Muhammadiyah Lewat Buku 'Media & Islam Berkemajuan'
Melalui pena dan pikirannya, para jurnalis dan pemikir Muhammadiyah seakan menyalakan obor pencerahan di tengah gelapnya kejumudan.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM - Sudah lebih dari satu abad silam, persyarikatan Muhammadiyah telah menjadikan media sebagai jantung pergerakan.
Melalui pena dan pikirannya, para jurnalis dan pemikir Muhammadiyah seakan menyalakan obor pencerahan di tengah gelapnya kejumudan.
Sepak terjang ikon-ikon jurnalis persyarikatan pun dibahas secara komperhensif melalui buku 'Media & Islam Berkemajuan' karya Roni Tabroni.
Buku setebal 326 halaman itu, resmi diluncurkan pada Rabu (13/8/25), sebagai bagian dari peringatan Milad ke-110 Suara Muhammadiyah.
Penulis buku tersebut, Roni Tabroni, mengatakan figur Hamka, Haji Fachrodin, Haedar Nashir, dan Ahmad Syafii Maarif, menjadi sorotan utama di buku tersebut.
Pemagaran harus ditempuhnya, dengan membatasi diri pada empat sosok saja, mengingat jumlah jurnalis Muhammadiyah sangat banyak.
"Keempat figur ini sebagai ikon yang perannya tidak hanya besar di pers internal Muhammadiyah, tapi juga pers secara umum di luar Muhammadiyah," katanya.
"Mereka tidak hanya bicara soal kemuhammadiyahan dan keagamaan, tapi juga bicara tentang kebangsaan, bahkan isu-isu dunia secara global," tambah Roni.
Direktur Utama Suara Muhammadiyah, Deni Asy'ari, menambahkan, buku ini menjadi legitimasi dari jawaban kebertahanan Suara Muhammadiyah melampaui satu abad.
Menurutnya, Suara Muhammadiyah hadir tidak sekadar berdimensi pers, tapi hadir berperan sebagai dimensi mujadid, muwahid, dN mujtahid.
"Tokoh-tokoh yang ditampilkan dalam buku ini sangat menarik, karena menjadi narasi yang pertama kali ditulis dan diulas," tegasnya. (aka)
| Misi Hidup Mati Madura United Lolos dari Jerat Degradasi di Kandang PSIM Yogyakarta |
|
|---|
| Prediksi PSIM Yogyakarta vs Madura United: Misi 3 Poin Laskar Mataram Saat Menjamu Sape Kerrab |
|
|---|
| Masa Hukuman Usai, Penahanan Tiga Mahasiswa Magelang Justru Diperpanjang |
|
|---|
| Kisah Revanno Dobrak Batas Perbedaan Lewat Prestasi Gemilang |
|
|---|
| Cerita Adik Ipar Dr Sardjito Tak Berani Buka Lima Almari Peninggalan Kakaknya Selama 46 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Menyelami-Pemikiran-4-Ikon-Jurnalis-Muhammadiyah-Lewat-Buku-Media-Islam-Berkemajuan.jpg)