Makna Kemerdekaan di Era Digital: Tantangan dan Peluang Bagi Generasi Muda

Perayaan 17 Agustus seharusnya tidak sebatas upacara, lomba, atau atribut merah putih semata.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Website: nasional.kompas.com
Perayaan 17 Agustus seharusnya tidak sebatas upacara, lomba, atau atribut merah putih semata. 

TRIBUNJOGA.COM - Tanggal 17 Agustus 1945 menjadi tonggak bersejarah bagi bangsa Indonesia. 

Tepat pada hari itu, tahun 1945, proklamasi kemerdekaan dibacakan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai penanda bebasnya Indonesia dari belenggu penjajahan. 

Namun, seiring perkembangan zaman dan transformasi teknologi yang begitu masif, makna kemerdekaan kini menghadapi tantangan dan tafsir baru khususnya bagi generasi muda yang hidup di era digital.

Di era digital yang serba cepat ini, generasi muda memegang peran penting dalam menjaga semangat kemerdekaan agar tetap hidup, relevan, dan bermakna.

Kemerdekaan: Tidak Hanya Simbolik, Tapi Substansial

Perayaan 17 Agustus seharusnya tidak sebatas upacara, lomba, atau atribut merah putih semata.

Bagi generasi muda, momen ini menjadi ajakan untuk merenungkan sejauh mana mereka benar-benar merdeka sebagai individu dan warga negara.

Apakah mereka bebas berpikir? Bebas berkarya? Atau justru dikendalikan tren digital, konsumsi instan, dan budaya viral yang kadang tidak sehat?

Era Digital dan Kemerdekaan Gaya Baru

Generasi muda saat ini hidup dalam dunia yang nyaris tanpa batas berkat internet, media sosial, kecerdasan buatan, hingga teknologi finansial.

Kemerdekaan pun tidak lagi hanya dimaknai sebagai bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga bebas dari belenggu informasi palsu, pengaruh budaya luar yang negatif.

Serta penjajahan digital berupa ketergantungan teknologi yang membutakan arah hidup.

Menurut Prof. Yudian Wahyudi, Kepala BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila), generasi muda di era digital justru menghadapi "penjajahan gaya baru".

Bukan dengan senjata, melainkan dengan narrative war (perang narasi) melalui media sosial, hoaks, dan algoritma yang bisa membentuk opini publik secara sepihak.

Tantangan Generasi Muda: Merdeka dari Ketergantungan dan Disinformasi

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved