7 Fakta Ilmiah yang Menyebabkan Manusia Mudah Terjebak Kebiasaan Buruk

Di balik rutinitas dan kebiasaan harian, tanpa disadari banyak di antara kita terjebak dalam pola perilaku yang buruk dan sulit dihentikan.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
pixabay
Mengapa kebiasaan buruk begitu mudah terbentuk, sementara yang baik sulit dipertahankan? 

TRIBUNJOGJA.COM - Manusia tidak ada yang benar sempurna

Di balik rutinitas dan kebiasaan harian, tanpa disadari banyak di antara kita terjebak dalam pola perilaku yang buruk dan sulit dihentikan.

Meski terlihat sepele, kebiasaan buruk seperti menunda pekerjaan, merokok, begadang, atau konsumsi berlebihan, bisa berdampak besar terhadap kualitas hidup.

Tapi mengapa kebiasaan buruk begitu mudah terbentuk, sementara yang baik sulit dipertahankan?

Artikel ini mengungkap berbagai fakta ilmiah dan psikologis yang menjelaskan mengapa manusia cenderung mempertahankan kebiasaan buruk, serta bagaimana cara menyadarinya sejak dini.

1. Lingkungan Sosial yang Negatif

Manusia adalah makhluk sosial. 

Kita sangat mudah terpengaruh oleh perilaku orang-orang di sekitar kita, baik secara sadar maupun tidak sadar.

Ketika seseorang berada dalam lingkungan yang terbiasa melakukan kebiasaan buruk, seperti merokok, bergosip, suka menunda, atau konsumsi alkohol, maka kemungkinan besar ia juga akan ikut-ikutan.

Fenomena ini disebut social learning atau observational learning, di mana manusia belajar dari meniru orang lain.

Bahkan jika seseorang sebelumnya memiliki prinsip yang kuat, dia bisa goyah karena ingin diterima dalam kelompok.

Contoh:

  • Teman kerja yang terbiasa merokok saat istirahat.
  • Lingkungan keluarga yang jarang disiplin.
  • Komunitas media sosial yang mempromosikan gaya hidup konsumtif atau pasif.

Fakta Ilmiah:

Menurut penelitian dari New England Journal of Medicine, seseorang yang memiliki teman dekat yang merokok, memiliki risiko 65 persen lebih besar untuk menjadi perokok juga.

2. Stres dan Tekanan Emosional

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved