Peringatan Dini Gelombang Tinggi, Nelayan di DIYDiminta Siapkan 3 Hal Ini Sebelum Melaut

Pihaknya juga meminta nelayan yang akan melaut untuk selalu membawa jaket keselamatan. Menurut dia, jaket keselamatan wajib

Istimewa
Foto dok. ilustrasi. Kapal-kapal nelayan bersandar di pesisir pantai selatan Kabupaten Kulon Progo. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY mengimbau nelayan untuk memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut. 

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY R. Hery Sulistio Hermawan, menyusul adanya peringatan dini gelombang tinggi 6-9 Agustus 2025. 

"Intinya bahwa kami selalu mengingatkan nelayan untuk selalu melihat ramalan cuaca dari stasiun meteorologi BMKG itu. Paling tidak itu kan prediksi, ramalan satu minggu ke depan. Sehingga kalau ada apa-apa kan ya, kita tahu dari awal kan gitu," katanya, Rabu (06/08/2025). 

"Kalau memang gelombang pasang tinggi dan itu punya risiko, ya menunda gitulah. Teman-teman di lapangan (nelayan kan tahu betul kondisinya. Bukan melarang, tapi menunda," sambungnya. 

Selain itu, pihaknya juga meminta nelayan yang akan melaut untuk selalu membawa jaket keselamatan. Menurut dia, jaket keselamatan seperti helm saat mengendarai motor, sehingga menjadi barang wajib yang harus dibawa saat melaut. 

Pelampung juga menjadi salah satu mitigasi jika terjadi sesuatu yang diinginkan. 

Tidak hanya itu, Hery juga mengimbau nelayan untuk memastikan keaktifan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Pasalnya BPJS Ketenagakerjaan seperti asuransi yang mampu melindungi nelayan jika terjadi sesuatu saat melaut. Hanya saja, memang belum semua nelayan aktif.

"Karena nggak telaten bayar per bulannya itu. Sebenarnya ya murah, di bawah Rp 20 ribu. Tetapi ya itu, karena tidak telaten bayar per bulannya itu. Makanya kami selalu mengingatkan agar asuransinya (BPJS Ketenagakerjaan) aktif," ujarnya.

Terpisah, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta, Warjono menambahkan saat ini terpantau adanya Bibit Siklon 905 di Samudra Hindia sebelah barat daya Sumatra dan siklonik di Kalimantan bagian utara. Hal itu mengakibatkan belokan angin (shearline) di Sumatra bagian selatan.

Pola angin di atas wilayah Jawa, khususnya DIY bertiup ari arah Timuran. Wilayah Perairan Selatan Jawa didominasi angin Timuran yang berhembus cukup kencang, dengan potensi hujan ringan. Sehingga berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut di wilayah Perairan Selatan Jawa, termasuk di perairan DIY.

"Tinggi gelombang 2,5 hingga meter, berpeluang terjadi di perairan Kulon Progo, Gunungkidul, Bandul, dan Samudera Hindia selatan DIY," imbuhnya. (maw)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved