Bantul Creative Carnival Meriahkan HUT ke-194 Kabupaten Bantul

Carnival yang menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-194 Kabupaten Bantul ini mengusung tema Bantul Bumi Satriya

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Istimewa Rukmana
CREATIVE: Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, di Bantul Creative Expo 2025, Pasar Seni Gabusan, di Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Jumat (25/7/2025) siang. Pada Sabtu malam, digelar pula Bantul Creative Carnival. 

TRIBUNJOGJA.COM - Masyarakat tumpah ruah di ruas jalan utama Bantul, Sabtu (2/8/2025) malam, menyambut gelaran Bantul Creative Carnival 2025 yang berlangsung untuk pertama kalinya pada malam hari. 

Antusiasme masyarakat terlihat sejak sore hari. Bahkan dua jam sebelum acara dimulai pukul 18.00 WIB, kawasan Pasar Bantul telah dipadati penonton yang berbaris rapat di tepi jalan, berebut posisi terbaik untuk menyaksikan langsung parade budaya dan kreativitas warga.

Carnival yang menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-194 Kabupaten Bantul ini mengusung tema "Bantul Bumi Satriya, Sawiji Ambuka Kertaning Praja". 

Tema ini mengandung makna bahwa Bantul adalah tanah para satria—insan yang gagah berani, berintegritas, dan berdedikasi tinggi—yang bersatu untuk membuka gerbang kemakmuran bagi seluruh masyarakat.

“Bantul Creative Carnival ni masih dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi Bantul yang ke-194. Kita menggelar Bantul Creative Carnival di malam hari untuk yang pertama kali. Dan nanti selanjutnya, usaha akan kita selenggarakan di malam hari seperti ini, karena ini lebih dingin, lebih bisa melibatkan banyak orang," ujar Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih.

"Nah, dalam Bantul Kreatif Karnival ini diikuti oleh 35 partisipan. Ini pun sudah kita batasi, karena kalau tidak dibatasi, itu sampai 50 yang ingin berpartisipasi, dan bisa sampai subuh. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Bantul adalah masyarakat yang guyub rukun," lanjutnya.

"Dan ini satu potensi, bahwa salah satu karakter satria, yaitu golong gilig, itu bisa kita dayagunakan untuk kemajuan. Kalau kita bersama-sama, golong gilig, itu berbagai masalah bisa kita pecahkan. Dan ini adalah simbol saja malam hari ini: Bantul Kreatif Karnival itu simbol bagi kebersamaan masyarakat Bantul," tambahnya.

Lebih lanjut Halim menyebut acara ini sebagai simbol kebersamaan.

“Anda lihat sendiri, sambutan masyarakat demikian antusias, dan ini bagi saya adalah potensi—potensi yang harus kita gunakan untuk kemajuan dan kesejahteraan. Apalagi Bantul itu kota kreatif. Setiap partisipan menampilkan kreativitasnya yang luar biasa.”

Menuju Kota Kreatif Dunia

Halim juga menyampaikan bahwa karnaval ini adalah bagian dari upaya Bantul menuju pengakuan dunia. “Karena UNESCO itu butuh bukti-bukti. Kita ini kan nominator kota kreatif dalam kategori craft and folk art. Craft itu kerajinan, folk art itu seni rakyat. Termasuk ini adalah seni rakyat, karena menampilkan tari-tarian tradisional—tari-tarian yang sudah merupakan budaya, bukan hal yang baru. Ini folk art namanya," ujarnya.

Adapun rute karnaval dimulai dari simpang Klodran, melintasi depan Pasar Bantul sebagai titik display utama, dan berakhir di simpang Sumuran.

Penonton memadati sepanjang rute tersebut, mengiringi penampilan kontingen yang terdiri atas perwakilan kapanewon, OPD, komunitas seni, hingga organisasi masyarakat. Di titik display, para peserta menampilkan kostum tematik, atraksi budaya, dan ekspresi seni rakyat.

“Konsepnya menampilkan berbagai ekspresi kreatif dan budaya. Harapannya, ini bisa menjadi wadah menampilkan inovasi dan budaya dari masyarakat Bantul,” sambung Kepala DKUKMPP Bantul Prapta Nugraha.

Kegiatan ini tak hanya menjadi tontonan, tapi juga ruang ekspresi dan partisipasi publik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved