Efek Larangan Study Tour
Dinas Pariwisata Sleman Mitigasi Dampak Larangan Study Tour
Kebijakan larangan study tour ini tentu berdampak baik langsung maupun tidak langsung terhadap pariwisata di Kabupaten Sleman.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kebijakan larangan study tour berdampak terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Sleman, terutama bagi kunjungan jip wisata Lereng Merapi.
Dinas Pariwisata setempat mengaku telah memitigasi adanya kebijakan tersebut dengan pelaksanaan table top maupun travel dialog pada tahun ini di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
"Dinas Pariwisata meyakini dan melihat di lapangan memang ada beberapa destinasi pariwisata yang mengalami penurunan kunjungan, terutama di destinasi atau atraksi yang menjadi pilihan utama pada pelaksanaan study tour. Namun demikian, beberapa destinasi wisata baru mengalami kenaikan kunjungan wisatawan yang cukup signifikan," kata Kepala Bidang Penasaran, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto, Rabu (23/7/2025).
Menurut dia, pada tahun 2025 ini, bukan hanya Provinsi Jawa Barat yang melarang kegiatan study tour ke luar provinsi.
Terdapat beberapa daerah lain yang juga mengeluarkan imbauan larangan study tour ke luar daerah, seperti Daerah Khusus Jakarta sejak 2024, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Pontianak dan beberapa Kabupaten di Jawa Timur seperti Pasuruan dan Jember.
Kebijakan larangan study tour ini tentu berdampak baik langsung maupun tidak langsung terhadap pariwisata di Kabupaten Sleman.
Akan tetapi, menurut Endarto, dampak kebijakan dapat termitigasi dengan baik. Hal tersebut tergambar dari data kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman periode Januari - Mei 2025.
Baca juga: Asa Pelaku Jip Wisata Merapi: Study Tour Dievaluasi, Tapi Jangan Dilarang
Mengacu pada Mobile Positioning Data (MPD), pada periode Januari - Mei 2025 terdapat 6.260.800 perjalanan.
Kunjungan ke destinasi wisata di Kabupaten Sleman pada periode yang sama 3.510.750 kunjungan.
Sedangkan pada periode Januari-Juni 2025 terdapat 4.294.897 kunjungan.
Bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, mengacu data MPD, maka terdapat penurunan kunjungan ke Kabupaten Sleman sebesar 0,39 persen.
Namun demikian, berdasarkan data kunjungan ke destinasi wisata di Kabupaten Sleman, terdapat kenaikan 10,99 persen.
Sementara bila mengacu data kunjungan di destinasi wisata di Kabupaten Sleman pada periode Januari-Juni 2025, tercatat terdapat peningkatan kunjungan sebesar 8,94 persen bila dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.
"Mengacu data tersebut diatas, dapat disampaikan bahwa dampak kebijakan termitigasi dengan baik," ujar dia.
Upaya mitigasi yang dilakukan dengan pelaksanaan table top maupun travel dialog di Jawa Timur dan Jawa Tengah di tahun ini dianggap berhasil mengurangi dampak kebijakan larangan study tour oleh beberapa daerah.
Terlihat dari capaian jumlah kunjungan semester 1 tahun 2025 yang sanggup membukukan 4,2 juta kunjungan.
"Melalui pelaksanaan table top dan travel dialog ke Jawa Timur pada bulan September mendatang, kami harapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan di semester 2 tahun 2025, sehingga target kunjungan yang telah ditetapkan (7,5 juta) bisa tercapai," kata dia.(*)
| PHRI hingga Travel Agent di Bantul Tanggapi Aturan Study Tour Gubernur Jabar dan Wali Kota Bandung |
|
|---|
| Sopir Jip Wisata Merapi Beralih Jadi Peternak dan Petani Efek Larangan Study Tour |
|
|---|
| Efek Larangan Study Tour : Jip Merapi Kembalikan Uang Muka Rp700 Juta Hingga Nombok Jika Beroperasi |
|
|---|
| Asa Pelaku Jip Wisata Merapi: Study Tour Dievaluasi, Tapi Jangan Dilarang |
|
|---|
| Larangan Study Tour Bikin Kunjungan Jip Merapi di Sleman Anjlok hingga 60 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Armada-jip-wisata-Merapi-MGM-Adventure-Kaliurang.jpg)