Warga Tepus Gunungkidul Mulai Minta Dropping Air Bersih
Warga di Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, mulai meminta dropping air bersih pada musim kemarau tahun ini.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sejumlah warga di Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, mulai meminta dropping air bersih pada musim kemarau tahun ini.
Panewu Tepus, Subiantoro, mengatakan sudah ada permintaan resmi dari kalurahan, namun penyaluran air bersih masih menunggu data terkait dengan lokasi yang akan dibantu.
"Sudah ada yang meminta dropping air, masih menunggu data calon penerimanya. Mudah-mudahan mulai Senin (21/7/2025) sudah bisa disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan," ucapnya saat dikonfirmasi pada Kamis (17/7/2025).
Dari menyebut pihaknya mengalokasikan dana sebesar Rp76,5 juta untuk mengahadapi musim kemarau tahun ini.
Di mana, anggaran ini untuk membantu tiga kalurahan, yakni Sidoharjo, Purwodadi dan Tepus.
Sedangkan, dua kalurahan lagi, yakni Giripanggung dan Sumberwungu nantinya bantuan air bersih ditangani oleh BPBD.
"Ini dilakukan karena anggaran terbatas dan biar efektif sehingga tidak ada bantuan yang dobel," ucapnya.
Baca juga: Hingga Juni 2025, Pemkab Gunungkidul Tambal Sulam Jalan 10 Kilometer, Prioritaskan Jalur Rusak Berat
Sementara itu, Kepala Jawatan Sosial Girisubo, Giyatno, mengatakan di wilayahnya juga mulai melakukan proses penyaluran air, dimulai minggu ini dengan sasaran warga yang benar-benar membutuhkan bantuan.
“Sudah ada permintaan dari kalurahan. Jadi, kami putuskan menyalurkan bantuan air bersih dengan menggandeng jasa tangki air,” katanya.
Dia menuturkan anggaran bagian air yang disediakan tahun ini sebesar sebesar Rp75,6 juta.
Adapun sasarannya yakni warga yang belum terakses layanan PDAM.
“Sebenarnya instalasi PDAM sudah masuk, tapi belum merata di sini. Alirannya pun kadang masih belum lancar sehingga saat kemarau seperti sekarang banyak yang membutuhkan air bersih guna mencukupi kebutuhan harian,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Logistik BPBD Gunungkidul, Sumadi, mengatakan hingga saat ini belum menerima permintaan air dari masyarakat.
"Sejauh ini belum ada pengajuan permintaan droping air. Meskipun begitu, kami tetap siagakan 1500 tangki air berish untuk kemarau tahun ini," tandasnya. (*)
| HeHa Sky View Gunungkidul Terbangkan Balon Cahaya saat Malam Tahun Baru 2026 |
|
|---|
| Resmikan Balai Budaya, Kalurahan Bendung Kukuhkan Diri sebagai Desa Mandiri Budaya |
|
|---|
| Sepanjang 2025, Pemkab Gunungkidul Klaim Salurkan Bantuan Alsintan Senilai Rp12 Miliar |
|
|---|
| Lonjakan Wisatawan Libur Natal, Arus Kendaraan ke Gunungkidul Tembus 457.377 Unit |
|
|---|
| Terancam Gagal Panen karena Banjir, Petani Bawang Merah di Bantul Berharap Bantuan Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kondisi-Terkini-Kekeringan-di-DIY-BPBD-Catat-Ribuan-Liter-Air-Terdistribusi.jpg)