Penurunan BI Rate Diharapkan Mampu Mendongkrak Investasi 

Dengan penurunan suku bunga acuan, diharapkan dapat diikuti penurunan suku bunga perbankan.

Tayang:
Tribunnews.com
Bank Indonesia (BI) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank Indonesia memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,25 persen. 

Menurut Pengamat Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y Sri Susilo, keputusan BI pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 15-16 Juli 2025 kemarin sudah tepat.

Meskipun jika BI Rate 5,50 persen tidak akan membuat perekonomian Indonesia memburuk.

"Penurunan tersebut dapat dipahami, karena inflasi sampai bulan Juni relatif terkendali. Di samping itu, nilai kurs rupiah terhadap dollar AS juga relatif stabil," katanya, Kamis (17/07/2025).

Dengan penurunan suku bunga acuan, diharapkan dapat diikuti penurunan suku bunga perbankan.

Walaupun transmisinya tidak instan dan tergantung pada masing-masing perbankan.

Baca juga: Sebelum Ajukan Pinjaman Online, Cek Daftar Pinjol Resmi Berizin OJK Juli 2025

Selain itu, penurunan BI Rate juga diharapkan bisa menggairahkan investasi. Ketika investasi meningkat, akan mampu membuka lapangan kerja baru. 

"Realisasi investasi suatu industri akan menarik aktivitas industri lain. Investasi memiliki multiplier effect (efek pengganda) ekonomi yang akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi," terangnya.

Ia menambahkan investasi memang menjadi suatu hal yang penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Di tengah ketidakpastian global serta efisiensi pengeluaran pemerintah, otomatis investasi harus ditingkatkan.

"Karena pertumbuhan ekonomi itu kan faktornya ada konsumsi masyarakat, pengeluaran pemerintah, ekspor, dan investasi," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved