Marak PHK Massal di DIY, Lowongan Kerja Sulit, Ijazah Sarjana Pun Tak Bisa Menolong

Hari-hari ini kita sedang disuguhi ramainya para pencari kerja.  Setiap ada perekrutan karyawan, setiap itu pula perusahaan diserbu.

|
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: ribut raharjo
Istimewa
Ilustrasi PHK - Hari-hari ini PHK massal terjadi di Indonesia, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di sisi lain, ketersediaan lapangan pekerjan juga tidak memadai. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA  - Hari-hari ini kita sedang disuguhi ramainya para pencari kerja. 

Setiap ada perekrutan karyawan, setiap itu pula perusahaan diserbu.

Antre. Mereka juga rela berdesak-desakan sembari membawa berkas lamaran. 

Di sisi lain, angka pemutusan hubungan kerja di Indonesia, termasuk di dalamnya daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), cukup besar.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY mencatat sebanyak 2.495 pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang semester I 2025. 

Modal ijazah Sarjana masih belum cukup untuk meraih mimpi pekerjaan formal. 

Seperti dialami Zulvian (30), warga yang tinggal di tengah-tengah Kota Yogyakarta.

Gelar sarjana strata 1 (S1) di belakang namanya pun tidak bisa banyak memberikan pertolongan.

Selepas lulus dari bangku perguruan tinggi kisaran 2018 lalu, dirinya memang sempat bekerja di sebuah perkantoran di Jakarta.

Akan tetapi, pandemi Covid-19 menjadi momok mematikan bagi karir yang dirintisnya.

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) turut menerjangnya pada pertengahan 2021.

Tidak mau terkatung-katung di ibu kota, Zulvian memutuskan pulang ke kampung halamannya di Yogyakarta.

Apesnya, sejak saat itu, upayanya untuk kembali terjun ke industri formal bak menemui jalan buntu.

Ratusan berkas lamaran, hingga mengikuti seleksi CPNS, tak henti diperjuangkannya tanpa kenal lelah.

"Kalau bicara usaha, ya sudah habis-habisan. Tanya-tanya lowongan sama teman, lamar kerja sana-sini, tapi, memang belum rezeki mungkin," ungkap Zulvian dalam perbincangan dengan Tribunjogja.com.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved