Beras Oplosan di Pasaran

Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda DIY Gelar Razia Beras Oplosan di DIY

Pemantauan dilakukan pekan lalu di sejumlah pasar dan supermarket penjual beras merk tertentu yang terindikasi telah dioplos.

|
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
DITARIK : Salah satu beras premium bermerek yang tersisa untuk dijual di salah satu Tomira (Toko Milik Rakyat) di Kulon Progo, Selasa (15/07/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satgas Pangan Polda DIY bersama Pemerintah DIY melakukan pemantauan pasar untuk mengetahui peredaran beras oplosan di wilayah hukum Polda DIY.

Pemantauan dilakukan pekan lalu di sejumlah pasar dan supermarket penjual beras merk tertentu yang terindikasi telah dioplos.

Pemantauan ini juga sebagai tindaklanjut dari Bareskrim Polri yang mengusut adanya dugaan beras premium oplosan dari sejumlah produsen.

Dalam kasus ini setidaknya ada 212 merk beras terindikasi terjadi pelanggaran mutu serta diduga dioplos.

Dari temuan itu sebanyak 25 pemilik merek beras kemasan 5 kilogram yang diduga melanggar regulasi standar mutu dan takaran menjalani pemeriksaan.

"Kemarin kami dari Ditkrimsus Polda DIY bersama Pemda DIY, ya, telah melakukan razia ke pasar," kata Kasubdit I Inprodag Ditreskrimsus Polda DIY, AKBP Cahyo Wicaksono, saat dihubungi, Selasa (15/7/2025).

Baca juga: Kabar Beras Oplosan Bikin Resah, Pedagang di Gunungkidul Minta Pemerintah Gelar Operasi Pasar

Cahyo menyampaikan terdapat sejumlah merk beras premium kemasan 5 Kg yang sudah ditarik dari peredaran.

Merk-merk tersebut diduga melakukan pengoplosan beras, sebagaimana sesuai hasil pengusutan oleh Bareskrim Polri.

"Ada beberapa merk dari produsen Wilmar Group. Ada Sania, Sovia dan beberapa, ya. Itu sudah ditarik dari pasar," jelasnya.

Pihaknya akan terus melakukan pemantauan ke sejumlah pasar, guna memastikan kualitas dan mutu beras yang beredar.

"Karena memang isunya berat isi juga gak sesuai. Kami terus melakukan pemantauan, termasuk dari Polres/Polresta jajaran," terang dia. 

Pihaknya mengimbau masyarakat lebih teliti dalam memilih bahan pokok makanan. (hda)

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved