Raw Theory Suarakan Luka Sejarah Lewat Lagu 'Karam'
Kisah Raw Theory bermula dari Ahmad Ali, yang saat itu rutin mengisi acara reguler di sejumlah kafe Jogja.
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
Setelah lagu rampung, formasi band pun dikukuhkan. Rimanda Sinaga, yang juga memiliki studio Seven Dragons Studio, bergabung sebagai gitaris, sementara Akbar Gober masuk sebagai drummer.
Ketiganya meresmikan kolaborasi mereka dengan nama Raw Theory, dan langsung bergerak cepat.
Proses rekaman dilakukan di studio Rimanda, sementara mixing dan mastering ditangani oleh Achmad Gufron dari AG Recorder.
Lagu ‘Karam’ sudah bisa dinikmati sejak 30 Juni 2025 di berbagai platform digital.
Sementara video klipnya, yang menangkap semangat lagu dengan visual emosional, tayang di kanal YouTube Raw Theory pada 11 Juli 2025.
Namun Raw Theory tak ingin berhenti di satu lagu. Saat ini, ketiganya sudah mengantongi tujuh draft lagu baru, yang diproyeksikan menjadi materi untuk mini album (EP) atau bahkan album penuh.
“Kami sedang menabung karya. Targetnya akhir tahun ini sudah bisa rilis album,” ujar Akbar Gober.
“Dan kami juga lagi rancang showcase untuk merayakan rilisan baru itu,” tambah Rimanda.
Sebagai manajemen, DRW Legacy pun punya misi lebih besar. Tak sekadar menaungi Raw Theory, mereka juga ingin menjadi rumah bagi talenta muda Jogja yang punya potensi besar namun jarang mendapat sorotan.
Polarity Records diajak menjadi mitra distribusi untuk memastikan karya-karya ini bisa menjangkau lebih banyak pendengar.
“Banyak talenta di Jogja yang sebenarnya punya karya bagus, tapi nggak tahu kenapa nggak dimunculkan. Padahal sekarang zamannya serba terbuka,” ungkap Rendi Derainway.
DRW Legacy langsung tancap gas dengan merilis dua musisi di waktu hampir bersamaan: Raw Theory untuk ranah modern rock, dan Ayura Yosih, eks model yang kini menjadi solois pop.
Keduanya menandai langkah awal DRW Legacy dalam meramaikan industri musik lokal dengan karya-karya orisinal yang berani dan jujur.
Raw Theory sendiri, lewat ‘Karam’, telah menunjukkan potensi besar, berani bersuara, cakap bermusik, dan siap melangkah lebih jauh.
Di tengah riuh industri musik digital, mereka muncul bukan sekadar untuk terdengar tapi untuk menggetarkan.(nto)
| Album Perdana SMARAI ‘Semai’ Hadirkan Lagu-lagu tentang Luka, Penerimaan, dan Optimisme |
|
|---|
| YUHU. Rilis ‘Bertemu Di Sini’, Lagu Tentang Rindu dan Harapan untuk Bertemu Kembali |
|
|---|
| Mitty Zasia Rilis “Jujur Saja Arahnya Mau Kemana”, Dibuat Mengalir Penuh Kebebasan |
|
|---|
| Ruzan & Vita Gelar “Pesta Rock n Roll Jakarta Tour”, Promosikan Album Baru Lewat Konser Intim |
|
|---|
| Dari Bantul, Bleeedrz Rilis Album Debut Penuh Eksperimen Noise Pop |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Raw-Theory-Suarakan-Luka-Sejarah-Lewat-Lagu-Karam.jpg)