Raw Theory Suarakan Luka Sejarah Lewat Lagu 'Karam'

Kisah Raw Theory bermula dari Ahmad Ali, yang saat itu rutin mengisi acara reguler di sejumlah kafe Jogja.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
Dok Istimewa
SINGLE BARU : Personel dan logo Raw Theory. Band yang digawangi tiga personel ini merilis lagu baru berjudul "Karam" 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tak banyak band baru yang lahir dari pertemuan sesederhana ngamen di kafe, tapi begitulah awal kisah Raw Theory, trio rock asal Yogyakarta yang kini siap mengguncang skena musik alternatif Tanah Air.

Dibentuk pada awal 2025, band ini digawangi oleh Ahmad Ali (vokal), Rimanda Sinaga (gitar), dan Akbar Gober (drum).

Mereka tak hanya mengusung energi segar dari musisi-musisi muda Jogja, tapi juga menyuarakan keresahan sosial lewat musik dengan pendekatan modern rock bercita rasa 90-an.

Kisah Raw Theory bermula dari Ahmad Ali, yang saat itu rutin mengisi acara reguler di sejumlah kafe Jogja.

Di tengah kesibukan tampil, ia tak menyangka kehadiran seorang penonton yang akan menjadi kunci penting dalam karier musiknya, yakni Rendi Derainway, founder DRW Legacy, sebuah manajemen artis independen yang baru berdiri awal 2025.

“Awalnya Mas Rendi sering nonton aku pas ngamen, lalu kadang sengaja nyamperin kalau pas aku lagi main di mana,” cerita Ahmad Ali mengenang pertemuan itu. 

Baca juga: Model yang Kini Jadi Solois, Ayura Yosih Keluarkan Debut ‘Kembali’ 

Ketertarikan Rendi terhadap potensi Ahmad Ali lantas berkembang menjadi diskusi serius.

Ia pun menawarkan proyek musik dengan warna khas, sound design ala 90-an dalam format band penuh.

Tantangan langsung diberikan. Rendi mengirimkan draft lirik mentah dan meminta Ahmad Ali mengolahnya menjadi lagu utuh. 

“Aku rekam dengan format kasar, pakai gitar bolong aja. Yang penting kebaca dulu mana bagian verse, chorus, reff, dan seterusnya,” ujar Ahmad. 

Hasilnya? Lagu bertajuk ‘Karam’, yang kemudian menjadi debut resmi Raw Theory.

Secara musikal, ‘Karam’ membawa semangat modern rock dengan pengaruh kuat dari era 90-an.

Tapi lebih dari sekadar nostalgia, Raw Theory juga menawarkan substansi dalam liriknya. 

Terinspirasi dari novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori, lagu ini menyentuh isu sensitif tentang kekerasan negara dan penghilangan paksa terhadap aktivis mahasiswa di masa Orde Baru, tema yang menurut mereka tak lekang oleh waktu.

“Tema soal Orde Baru ini nggak pernah usang. Bahkan sekarang sedang kembali ramai dibicarakan. Musik bisa jadi pengingat,” ujar Rendi, yang juga bertindak sebagai produser.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved