Sejumlah Hewan Ternak Warga Nanggulan Mati Diduga Akibat Serangan Hewan Liar
Peristiwa tersebut juga ramai menjadi pembicaraan di media sosial. Panewu Nanggulan, Haryoto membenarkan adanya kejadian tersebut.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sejumlah hewan ternak milik warga di Padukuhan Penjalin, Kalurahan Donomulyo, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo ditemukan mati dengan luka-luka di tubuhnya. Serangan hewan liar diduga menjadi penyebabnya.
Peristiwa tersebut juga ramai menjadi pembicaraan di media sosial. Panewu Nanggulan, Haryoto membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Betul ada kejadian hewan ternak milik warga yang mati tersebut," katanya dihubungi wartawan pada Kamis (10/07/2025).
Menurut Haryoto, warga menduga kematian hewan ternak tersebut akibat serangan hewan liar. Kuat dugaan hewan liarnya jenis anjing, menurut kesaksian warga yang melihat.
Serangan tersebut terjadi selama beberapa hari terakhir. Adapun kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Nanggulan, di mana kepolisian telah mendatangi lokasi untuk mengecek.
"Polisi bersama anggota TNI dari Babinsa juga telah melakukan penyisiran untuk mencari hewan liar yang dimaksud," ujar Haryoto.
Hingga kini, hewan liar tersebut belum ditemukan. Meski begitu, upaya penyisiran dan patroli tetap dilakukan demi mencegah serangan pada hewan ternak milik warga kembali terjadi.
Lokasi penyerangan berada di wilayah perkebunan, di mana warga menempatkan kandang ternak di sana. Menurut Haryoto, terdapat permukiman di wilayah tersebut.
"Memang di sana ada rumah-rumah warga, namun jaraknya agak berjauhan satu sama lain," jelasnya.
Alfi, warga setempat menuturkan teror hewan misterius tersebut sudah terjadi sejak Minggu (06/07/2025) dini hari. Saat itu, ia mendengar suara gemerincing yang mengelilingi rumahnya.
Saat itu juga, ia berkomunikasi dengan warga lain yang rupanya juga mendengar suara yang sama. Mereka meyakini hewan liar tersebut jenis anjing, dan ada beberapa.
"Keesokan paginya, beberapa hewan ternak milik warga seperti entok, itik, ayam, dan kelinci ditemukan sudah mati dengan banyak luka," ujar Alfi pada wartawan.
Suara gemerincing tersebut terus terdengat tiap malam hingga Rabu (09/07/2025) dini hari. Saat itu, Alfi menyebut suaminya sempat melihat hewan liar tersebut dengan wujud seperti anjing.
Sejak kejadian tersebut, warga setempat pun memutuskan untuk melakukan ronda setiap malam. Selain menjaga hewan ternak agar tidak diserang, mereka juga sekaligus mencari hewan liar yang menyerang.
"Sampai saat ini hewan liar yang menyerang ternak warga masih belum ditemukan," kata Alfi.(alx)
Pemkab Sleman Utang Rp45 Miliar untuk Bangun Gedung RSUD |
![]() |
---|
Mapolda DIY Dibersihkan Usai Kericuhan, Sri Sultan HB X Pastikan Situasi Kondusif |
![]() |
---|
Gedung Rusak saat Demo, Layanan SKCK hingga Pengaduan di Polda DIY Ditutup Sementara |
![]() |
---|
Kebijakan Harus Peka, Sri Sultan HB X Tekankan Pentingnya Empan Papan |
![]() |
---|
Tiga Mitra Grab Jadi Korban insiden 28–29 Agustus, Perusahaan Turun Tangan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.