Forkom PPBN Bakal Gelar Hari Kebaya Nasional II 27 Juli 2025, Terbuka untuk Umum

Setiap tahun, mereka berupaya untuk menggelar agenda yang bertujuan untuk melestarikan kebudayaan.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA/Ardhike Indah
HARI KEBAYA - Forkom PPBN Yogyakarta bakal menggelar Hari Kebaya Nasional II pada 27 Juli 2025 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Forum Komunikasi (Forkom) Perempuan Pelestari Budaya Nusantara (PPBN) Yogyakarta akan menyelenggarakan Hari Kebaya Nasional pada 27 Juli 2025 mendatang.

Diketahui, Forum PPBN ini pernah menyelenggarakan Hari Kebaya Nasional I di tahun 2024 bertajuk Pagelaran Seni dan Budaya Nusantara, 1000 Perempuan Berkebaya di Ballroom Malika, Sleman City Hall.

Ketua Forkom PPBN Yogyakarta, Diyah Yuliana Kentjanawatty, menjelaskan forum itu adalah wadah komunikasi para pelaku pelestari budaya nusantara.

Setiap tahun, mereka berupaya untuk menggelar agenda yang bertujuan untuk melestarikan kebudayaan.

"Baik komunitas, kelompok, organisasi, pelaku seni dan budaya perorangan, yang berkomitmen untuk mendedikasikan diri demi menjaga dan melestarikan budaya nusantara dengan semboyan saling asah, asih, dan asuh. Semua bersinergi di sini," ujar Diyah kepada wartawan, Jumat (27/6/2025).

Diyah mengungkapkan untuk rencana kegiatan Hari Kebaya Nasional tahun ini dilaksanakan di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta.

"Kami juga berkolaborasi dengan Wanita Angkatan Udara (WARA) Yogyakarta dalam penyelenggaraan acara tersebut. Sebagai bentuk sinergi dan bersama-sama berkegiatan dalam upaya berperan aktif demi lestarinya budaya nusantara," ujar Diyah.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Minggu, 27 Juli 2025 pukul 09.00-15.00 WIB dengan tema Sayap Perempuan, Kebaya Nusantara yang bermakna simbol kekuatan dan kelembutan perempuan Indonesia.

"Acara besok akan ada pagelaran musik angklung kolosal, seni tari massal, 2025 Wanita Berkebaya, pameran UMKM,Spot seni dan Budaya, wisata edukasi MUSPUSDIRLA dan banyak lagi. Acara ini dihadiri oleh komunitas pelestari budaya, pelaku dan penggiat seni dan budaya, pelajar dan mahasiswa, perwakilan desa, instansi, dan masyarakat umum lainnya," tukas dia. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved