Pengamat Ekonomi UGM Ungkap Dampak Penutupan Selat Hormuz bagi Indonesia

Menurut Pengamat Ekonomi Energi UGM, Fahmy Radhi, ancaman penutupan Selat Hormuz justru mencegah AS terlibat lebih jauh lagi.

Tayang:
google earth
Selat Hormuz 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Iran berencana menutup Selat Hormuz.

Ancaman tersebut muncul pascaserangan udara Amerika Serikat yang menargetkan fasilitas nuklir Iran.

Selat Hormuz merupakan lalu lintas pelayaran vital, khususnya bagi pengangkutan minyak.

Menurut Pengamat Ekonomi Energi UGM, Fahmy Radhi, ancaman penutupan Selat Hormuz justru mencegah AS terlibat lebih jauh lagi.

Ada kemungkinan, Iran tidak melakukan serangan balasan dan memilih untuk menutup Selat Hormuz.

“Iran nggak balas, tapi menutup Selat Hormuz. Ini berbahaya juga bagi AS. Karena semua negara akan terdampak, Amerika Serikat juga terdampak. Amerika Serikat juga konsumen minyak dalam jumlah besar, beberapa komoditas yang diekspor juga melalui Selat Hormuz,” katanya, Senin (23/06/2025).

Ia menilai ancaman penutupan Selat Hormuz akan berdampak paling berat, Indonesia pun akan terdampak.

Ia menyebut penutupan Selat Hormuz bisa membuat harga minyak dunia tembus US$ 100 per barel, bahkan IMF memperkirakan minyak dunia naik menjadi US$ 130 per barel.

“Kalau itu (Selat Hormuz) ditutup, akan mengurangi pasokan minyak ke berbagai negara. Pasti akan menaikkan harga minyak dunia saat itu juga. Ketika pertama kali meletus (perang Israel-Iran) harga minyak dunia juga langsung naik,” sambungnya.

Ketika harga minyak dunia melambung, Indonesia dihadapkan pada dilema yang cukup besar, antara menaikkan harga BBM subsidi atau mempertahankan harga saat ini.

Apabila pemerintah menaikkan harga BBM subsidi, tentu akan mengakibatkan inflasi dan penurunan daya beli masyarakat.

Dampaknya pertumbuhan ekonomi Indonesia juga akan melambat.

Namun, jika pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi, maka beban APBN membengkak.

Praktis ada banyak program strategis pemerintah terdampak, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved