Hingga Mei 2025, Volume Penumpang Stasiun Lempuyangan Tembus 1,7 Juta

Menurut dia, peningkatan volume penumpang di Stasiun Lempuyangan terjadi karena merupakan stasiun strategis.

Istimewa
PENUMPANG: Suasana Stasiun Lempuyangan Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -  Jumlah penumpang di Stasiun Lempuyangan pada periode Januari hingga Mei 2025 tembus 1.728.555, baik penumpang KA jarak jauh dan KRL commuterline.

Dibaningkan periode yang sama tahun sebelumnya, volume penumpang di Stasiun Lempuyangan meningkat 7 persen.

Pada periode Januari hingga Mei 2025, jumlah penumpang di Stasiun Lempuyangan sebanyak 1.615.025.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih mengatakan untuk KA jarak jauh pada periode Januari - Mei tahun 2025 tercatat volume naik dan turun sebanyak 1.194.516 penumpang dan untuk KRL sebanyak 534.039 penumpang.

Menurut dia, peningkatan volume penumpang di Stasiun Lempuyangan terjadi karena merupakan stasiun strategis. Di samping itu juga kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI semakin meningkat.

"Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI yang terus meningkat, terutama di Stasiun Lempuyangan yang kini semakin lengkap fasilitasnya dan mudah dijangkau,” kata dalam keterangan tertulis, Kamis (19/06/2025).

Stasiun Lempuyangan memiliki peran penting dalam mendukung pergerakan masyarakat ekonomi menengah dan bawah, dengan ciri layanan kereta api yang didominasi oleh KA kelas ekonomi dan KRL yang terjangkau. 

Tak hanya itu, Stasiun Lempuyangan bahkan tercatat sebagai stasiun KA Jarak Jauh favorit nomor dua di wilayah Daop 6 Yogyakarta pada periode Januari hingga Mei 2025, melampaui Stasiun Solo Balapan di wilayah Surakarta yang mencatat volume penumpang sebanyak 1.192.665 orang.

“Hal ini membuktikan bahwa Stasiun Lempuyangan memang merupakan stasiun yang krusial keberadaannya, baik untuk mobilitas warga lokal maupun sebagai titik distribusi utama bagi arus wisata dan komuter antarkota,” paparnya.

Seiring dengan meningkatnya jumlah penumpang, KAI Daop 6 Yogyakarta terus melakukan berbagai peningkatan layanan di Stasiun Lempuyangan. Pembenahan fasilitas ruang tunggu, penambahan fasilitas face recognition boarding gate, drinking water station, penyediaan ruang laktasi, penambahan informasi perjalanan digital, peningkatan keamanan melalui CCTV, serta penataan area parkir, akses pejalan kaki, dan lainnya dilakukan untuk mendukung kenyamanan dan kelancaran mobilitas pelanggan.

Berbagai upaya tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan yang berorientasi pada pelanggan, sekaligus mendukung semangat integrasi antarmoda dalam sistem transportasi perkotaan Yogyakarta.

"Peningkatan volume penumpang di Stasiun Lempuyangan merupakan sinyal positif terhadap keberhasilan perbaikan layanan serta membaiknya kesadaran masyarakat akan pentingnya transportasi massal yang aman dan berkelanjutan," terangnya.

Pihaknya pun berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas pelayanan, memperkuat integrasi moda, serta menjaga ketepatan waktu dan kenyamanan perjalanan. Dengan peran dan posisi strategisnya saat ini, Stasiun Lempuyangan diproyeksikan akan terus menjadi salah satu simpul transportasi paling penting di Daop 6 dan sekaligus etalase utama sistem transportasi publik di Kota Yogyakarta.

Feni berharap upaya KAI Daop 6 Yogyakarta untuk mengembangkan Stasiun Lempuyangan dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi publik yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. 

Selain itu, ia juga ingin agar masyarakat dan seluruh stakeholder dapat mendukung upaya KAI Daop 6 Yogyakarta, sehingga Stasiun Lempuyangan akan terus menjadi kebanggaan Yogyakarta sebagai simpul mobilitas modern yang tetap berpijak pada nilai-nilai historis dan kearifan lokal. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved