Warga Jimatan Lendah Kulon Progo Tuntut Dukuh Mundur, Imbas Isu Perselingkuhan
Aris Cahyono, perwakilan warga Jimatan menjelaskan tuntutan tersebut muncul karena isu perselingkuhan yang melibatkan DA, inisial dari Dukuh Jimatan
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Puluhan warga Pedukuhan Jimatan menggeruduk Kantor Kalurahan Jatirejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo, Rabu (18/06/2025). Mereka datang untuk menuntut dukuh mereka mundur dari jabatannya.
Aris Cahyono, perwakilan warga Jimatan menjelaskan tuntutan tersebut muncul karena isu perselingkuhan yang melibatkan DA, inisial dari Dukuh Jimatan tersebut.
"Masalah perselingkuhan tersebut jadi permasalahan bagi warga Jimatan," ujar Aris pada wartawan.
Ia menuturkan isu perselingkuhan muncul setelah adanya pengakuan dari seorang wanita yang diduga sebagai selingkuhan DA.
Wanita itu bahkan sudah mengaku pada warga bahwa hubungan perselingkuhan tersebut sampai membuahkan anak.
Terlepas dari masalah pribadi, Aris mengatakan kinerja DA sebagai Dukuh dinilai kurang cakap oleh warga.
Pasalnya, DA sudah pernah dipanggil dan ditegur oleh Lurah Jatirejo karena kinerjanya yang kurang memuaskan.
"Dibandingkan Dukuh lainnya di Jatirejo, kinerja DA ini yang paling kurang, bahkan sudah diakui juga oleh Lurah," ungkapnya.
Aris mengatakan aksi demo yang mereka lakukan hari ini sekaligus menyampaikan mosi tidak percaya pada DA sebagai Dukuh Jimatan. Mosi tidak percaya langsung disampaikan ke Lurah Jatirejo, Novie Bayu Widyasmara.
Audiensi warga dengan Lurah Jatirejo pun turut dihadiri oleh DA. Setelah pembahasan yang cukup panjang dan agak alot, akhirnya diputuskan bahwa DA harus mundur dari jabatannya.
"Dari DA juga menyatakan bersedia memenuhi tuntutan warga untuk mundur dari jabatannya," kata Aris.
Lurah Jatirejo, Novie Bayu Widyasmara membenarkan warga sudah resah dan kurang nyaman dengan isu perselingkuhan DA.
Namun bukti untuk membuktikan perselingkuhan tersebut terbilang kurang kuat lantaran hanya berdasarkan keterangan satu orang.
Meski begitu, pihaknya memutuskan agar DA tetap mundur dari jabatannya. Keputusan itu diambil agar kondisi warga Jimatan tetap kondusif, dan DA pun jug menerima untuk mundur.
"Beliau sanggup mengundurkan diri demi warga Jimatan," ujar Novie.
Namun pihaknya akan tetap melakukan koordinasi dengan DA dalam membahas keputusan tersebut.
Sebab perlu dipastikan bahwa keputusan mundur bukan karena terpaksa atau karena desakan dari Pemerintah Kalurahan Jatirejo.(alx)
| Kulon Progo Kekurangan Ratusan Guru Olahraga untuk SD, Andalkan Guru Kelas hingga Honorer |
|
|---|
| Ratusan Jemaah Calon Haji Kulon Progo Jalani Vaksinasi Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci Makkah |
|
|---|
| Pengurus Forum Komunikasi UMKM Kulon Progo Dikukuhkan, Optimalkan Potensi Usaha Lokal |
|
|---|
| Jatah MBG ke Pelajar Kulon Progo Mulai Didistribusikan untuk 5 Hari dalam Sepekan |
|
|---|
| 22 Tahun Mengabdi, Tagana Se-DIY Gelar Apel Siaga Bencana di Kulon Progo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Warga-Jimatan-Lendah-Kulon-Progo-Tuntut-Dukuh-Mundur-Imbas-Isu-Perselingkuhan.jpg)