Viral, Begal Paha Beraksi di Minomartani, Polisi Turun Tangan

Tiba-tiba pelaku mepet sepeda motor korban dan memegang bagian panggul dan paha korban

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
PELECEHAN: Tangkapan layar CCTV terduga pelaku sebelum melakukan pelecehan seksual di Jalan Tongkol Raya, Minomartani Ngaglik, Kabupaten Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Viral di media sosial begal paha dan pinggul beraksi di Jalan Tongkol Raya, Minomartani, Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Terduga pelaku yang menggunakan jaket warna kuning terekam kamera CCTV sesaat sebelum beraksi. Polisi turun tangan menyelidiki perkara tersebut. 

"Untuk TKP sudah kita datangi dan saksi sudah kami klarifikasi dan kami mencari petunjuk di TKP. Namun untuk korban belum dapat kami konfirmasi. Mengingat yang bersangkutan masih melaksanakan kuliah. Namun nanti selesai kuliah akan kami klarifikasi terkait fakta peristiwanya," kata Kapolsek Ngaglik, AKP Yulianto, dikonfirmasi Rabu (18/6/2025). 

Narasi yang beredar di media sosial seperti yang diunggah akun X @merapi_uncover, peristiwa tersebut terjadi pada 16 Juni 2025 sekira pukul 03.21 WIB.

Korbannya adalah seseorang berinisial L (23).

Adapun ciri-ciri terduga pelaku mengendarai sepeda motor hitam berplat putih. Saat melakukan aksinya, terduga pelaku mengenakan jaket kuning, helm hitam dan menggunakan penutup wajah. 

Kronologinya bermula ketika korban mengendarai sepeda motor melaju dari arah selatan SDN Sarikarya menuju ke arah utara setelah pulang mengerjakan tugas di daerah Jombor.  

Korban diduga sudah diikuti sejak di Jalan Anggajaya tapi saat kejadian tidak ada kecurigaan sama sekali. 

"Saat berhenti di perempatan jalan tongkol raya, mau belok ke arah timur Jalan Tongkol 1 tiba-tiba pelaku mepet sepeda motor korban dan memegang bagian panggul dan paha korban," tulis akun X @merapi_uncover, dari kiriman (ltfakrf), dilihat Selasa. 

Saat kejadian korban sempat teriak cukup keras sebelum akhirnya mengejar pelaku ke arah utara sampai masjid Al-Falah.

Tetapi pelaku belok ke arah barat masjid Al-Falah. Sampai di sana korban tidak lanjut mengejar karena takut mengambil risiko lebih tinggi mengingat jalan yang dilalui pelaku adalah area sawah, jalan baru, dan minim penerangan.(*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved