UPDATE Aktivitas Gunung Merapi, Selasa 17 Juni 2025: BPPTKG Catat Ada 5 Kali Guguran Lava

Guguran lava tersebut mengarah ke arah barat daya atau ke arah Kali Sat/Putih dan Kali Bebeng, dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter.

Tribun Jogja/Hamim Thohari
Gunung Merapi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BPPTKG Yogyakarta mengamati adanya 5 kali guguran lava di Gunung Merapi pada periode pengamatan Selasa (17/06/2025) pukul 00.00-06.00 WIB. 

Guguran lava tersebut mengarah ke arah barat daya atau ke arah Kali Sat/Putih dan Kali Bebeng, dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter.

Pada periode pengamatan yang sama, teramati  adanya sejumlah kegempaan.

Tercatat ada 15 guguran, amplitudo : 2-18 mm, dan durasi : 9.69-146.76 detik. 

Hybrid/Fase Banyak terjadi 28 kali, amplitudo : 2-12 mm, S-P : 0.2-0.7 detik, dan durasi : 6.71-13.42 detik. 

Berdasarkan pengamatan meteorologi, cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah barat.

Suhu udara 17.8-21 °C, kelembaban udara 91.7-98.5 persen, dan tekanan udara 874-918.2 mmHg.

Sementara berdasarkan pengamatan visual, gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III.

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 200 m di atas puncak kawah.

Hingga saat ini, Gunung Merapi masih berstatus Siaga atau Level III.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Untuk itu, masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Selain itu, masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Termasuk agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Pihak BPPTKG Yogyakarta akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved