Rangkuman Pengetahuan Umum
RANGKUMAN MATERI Bahasa Indonesia Kelas 10 Bab 4: Mengubah Teks Negosiasi Dialog Ke Naratif
Berikut penjelasan tentang bagaimana menulis teks negosiasi ke bentuk narasi dengan mempertahankan unsur negosiasi.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM – Berikut pembahasan tentang bagaimana menulis teks negosiasi dalam bentuk naratif (narasi)
Teks negosiasi merupakan teks yang berisi tentang proses tawar-menawar suatu hal yang dilakukan oleh pihak pertama dengan pihak kedua atau lebih untuk mencapai suatu kesepakatan bersama.
Umumnya, teks negosiasi berbentuk kalimat dialog langsung yang menyajikan bagaimana proses negosiasi atau tawar-menawar tersebut berlangsung.
Namun, tidak jarang siswa diminta untuk menyajikan teks negosiasi dalam bentuk narasi.
Lantas, bagaimana mengubah teks negosiasi yang berbentuk dialog ke bentuk naratif?
Nah, pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang bagaimana menulis teks negosiasi dalam bentuk narasi.
Materi ini dilansir dari buku Bahasa Indonesia Kelas 10 Bab 4 Edisi Revisi Kurikulum Merdeka karya Fadillah Tri Aulia, Sefi Indra Gumilar, Alvian Kurniawan.

Berikut penjelasan tentang bagaimana menulis teks negosiasi ke bentuk narasi dengan mempertahankan unsur negosiasi.
Untuk mengubah kalimat dialogis yang terdapat dalam teks negosiasi ke bentuk narasi, kamu dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
Baca Keseluruhan Dialog dan Memahaminya
Langkah pertama yang paling penting untuk diperhatikan adalah membaca keseluruhan isi dialog dan memahami secara mendalam.
Beberapa hal yang perlu dipahami secara mendalam dalam teks negosiasi, antara lain:
- Pihak-pihak yang terlibat dalam proses negosiasi
- Topik atau permasalah yang didiskusikan
- Proses tawar-menawar yang dilakukan dalam negosiasi
- Hasil akhir dan kesepakatan yang diambil setelah proses panjang negosiasi.
Jelaskan Ulang dengan Lebih Detail
Setelah mengetahui berbagai hal diatas, tentukan tokoh yang terlibat dan latar yang digunakan.
Tokoh yang terlibat harus dijelaskan dengan detail, seperti: Penjual dan pembeli, atasan dan karyawan, dan lain sebagainya.
Selain itu, kapan dan dimana proses negosiasi tersebut berlangsung juga penting untuk diperhatikan.
Membuat Alur
Setelah memahami dan mencatat semua informasi detail dalam proses negosiasi, langkah yang dapat dilakukan selanjutnya adalah membuat alur yang sesuai dengan teks negosiasi berbentuk dialogis tersebut.
Alur cerita yang akan dibuat dapat dikembangkan dengan format sebagai berikut:
Awal pertemuan -> proses negosiasi -> hasil akhir negosiasi (sepakat atau tidak sepakat)
Dengan mengembangkan format alur diatas, dapat memudahkan penulis mengubah teks dari dialogis ke bentuk narasi yang runtut.
Menulis Teks Negosiasi dengan Gaya Naratif
Tulis ulang teks negosiasi berbentuk dialogis tersebut ke dalam bentuk teks negosiasi naratif dengan menggunakan gaya bahasa naratif.
Kamu bisa menggunakan gaya kalimat tidak langsung untuk menyajikan isi dialog.
Contoh kalimat langsung :
Atasan : “Bagaimana jika kamu cuti 3 hari saja?”
Contoh kalimat tidak langsung:
Atasan menawarkan bagaimana jika mengambil cuti 3 hari.
Gunakan Kata Kerja dan Konjungsi yang Tepat
Salah satu unsur kebahasaan dalam teks naratif adalah menggunakan konjungsi waktu dan sebab-akibat.
Maka dari itu, untuk mengubah teks negosiasi dialogis ke bentuk naratif harus menggunakan konjungsi yang tepat, seperti: Kemudian, karena itu, setelah itu, dan masih banyak lagi.
Gunakan juga kata kerja yang tepat agar mudah dipahami oleh pembaca.
Contoh kata kerja yang sering ditemukan dalam teks negosiasi, seperti: menolak, meminta, menawarkan, dan lain sebagainya.
Langkah-langkah diatas dapat membantu siswa untuk mengubah teks negosiasi berbentuk dialog ke bentuk naratif dengan mempertahankan unsur negosiasinya. ( MG Kofifah Tiara Pramuditha )
Berapa Lama Lalat Terbang dalam Sehari? Ini Penjelasan Ilmiahnya |
![]() |
---|
Mengapa Hari Anak Nasional Diperingati Setiap 23 Juli? Begini Sejarahnya |
![]() |
---|
21 Suku Terbesar di Indonesia: Asal Daerah, Ciri Khas, dan Keunikan Budaya Masing-Masing |
![]() |
---|
Penjelasan Lengkap Hewan Berdarah Panas dan Berdarah Dingin: Perbedaan, Ciri, dan Contohnya |
![]() |
---|
Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 10 Bab 2 : Pengertian, Ciri, Tujuan Teks Anekdot |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.