Aksi Pemuda Adat Coba Selamatkan Raja Empat, Menteri Bahlil Keluar Lewat Pintu Belakang

Sayangnya upaya anak-anak Raja Ampat menemui Bahlil gagal karena Menteri ESDM itu keluar lewat pintu belakang

Editor: Yoseph Hary W
Maichel KOMPAS.com
AKSI DAMAI: Aktivis lingkungan melakukan aksi damai Penolakan Tambang Nikel 

TRIBUNJOGJA.COM - Para aktivis lingkungan yang mengklaim merupakan anak-anak adat Raja Empat berusaha mengutarakan aspirasi agar izin konsesi tambang nikel di kabupaten tersebut segera dicabut. 

Upaya itu mereka lakukan dengan cara berusaha menemui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang tengah berkunjung ke Sorong, Papua Barat Daya.

Demi menyelamatkan Raja Ampat dari kerusakan lingkungan dan alam akibat pertambangan nikel, para aktivis mencoba menemui Bahlil saat menteri itu berada di terminal Bandara Deo Sorong pada Sabtu (7/6/2025).

Sayangnya upaya anak-anak Raja Ampat menemui Bahlil gagal karena Menteri ESDM itu keluar lewat pintu belakang, laporan kompas.com.

Masih dari sumber yang sama, dilaporkan kunjungan Menteri ESDM Bahlil ke Sorong, Papua Barat Daya, diwarnai aksi damai dari sejumlah aktivis lingkungan.

Mereka tergabung dalam Koalisi Selamatkan Alam dan Manusia Papua

Pantauan Kompas.com menunjukkan massa datang ke Bandara Deo Sorong sekitar pukul 06.24 WIT, membawa spanduk dan pamflet berisi tuntutan pencabutan izin tambang nikel di Kabupaten Raja Ampat.

Setibanya rombongan Bahlil di ruang transit, para aktivis langsung membentangkan spanduk di pintu kedatangan bandara.

"Menteri Bahlil segera mencabut izin konsesi tambang nikel di Kabupaten Raja Ampat secara permanen di sejumlah pulau-pulau yang sedang melakukan aktivitas tambang nikel," kata Irwan di Bandara Deo.

Beberapa pamflet bertuliskan #saverajaampat dan "Papua Bukan Tanah Kosong" juga terlihat dibentangkan peserta aksi.

Situasi sempat memanas ketika massa menyuarakan aspirasi mereka dengan menyebut "Bahlil Penipu".

Seorang perwakilan dari rombongan Bahlil sempat menemui massa dan meminta agar mereka tenang.

Massa dijanjikan akan difasilitasi untuk bertemu langsung dengan Menteri ESDM di areal bandara.

Namun, saat massa hendak memasuki ruang terminal Bandara Deo Sorong, Menteri Bahlil bersama rombongan Gubernur Papua Barat Daya justru keluar melalui pintu belakang sekitar pukul 07.02 WIT.

Merasa kecewa, salah seorang pemuda Raja Ampat, Uni Klawen, menyayangkan sikap Menteri ESDM yang dianggap menghindari massa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved