Chef Hotel Turun ke Dapur Masjid, Masak Daging Kurban Gratis untuk Warga

Sebanyak 20 chef dari berbagai hotel bintang tiga di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah berkumpul dalam aksi bertajuk GMDQ

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
MASAK DAGING KURBAN : Sejumlah chef hotel dari DIY dan Jawa Tengah memasak daging kurban di halaman Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, Jumat (6/6/2025). Kegiatan bertajuk Gerakan Masak Daging Qurban (GMDQ) ini menyediakan masakan gratis bagi masyarakat, khususnya kaum dhuafa. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aroma rempah dan daging kurban yang menggoda selera menyambut setiap langkah di halaman Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, Jumat (6/6/2025).

Namun, bukan sekadar masakan biasa—di balik uap panas dapur terbuka itu, terselip semangat berbagi dan kepedulian dari para chef hotel yang rela turun tangan memasak untuk masyarakat tanpa bayaran.

Sebanyak 20 chef dari berbagai hotel bintang tiga di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah berkumpul dalam aksi bertajuk Gerakan Masak Daging Qurban (GMDQ), sebuah kegiatan sosial yang telah rutin digelar setiap Idul Adha dan kini memasuki tahun ke-9.

"Ini murni aktivitas amal. Kami bantu masyarakat yang menerima daging kurban tapi bingung mengolahnya. Mereka bisa datang, dagingnya kami masakkan gratis," ujar Chef Suryo Nugroho, koordinator lapangan GMDQ.

Bukan hanya masak demi kuantitas, para chef ini mengutamakan kualitas dan cita rasa khas rumahan.

Dari tongseng, gulai, sate goreng, hingga oseng-oseng mercon, semuanya diolah dengan bahan segar dan bumbu yang diracik langsung di lokasi.

“Kami tidak menggunakan bumbu instan. Semua dari pasar—bawang merah, bawang putih, cabai—semuanya kami ‘blend’ sendiri. Jadi sehat, dan rasanya tetap seperti masakan ibu di rumah,” imbuh Suryo.

Menariknya, seluruh kegiatan ini dilakukan tanpa bayaran.

Baca juga: Uniknya Kebiasaan Warga Pengasih Kulon Progo Setiap Iduladha, Mengasah Pisau Bersama Jelang Kurban

Para chef membawa bumbu sendiri secara patungan dan bekerja sepenuh hati hanya berbekal semangat solidaritas.

"Di sini kami berasas hati nurani, tidak dibayar. Bumbu juga kami siapkan sendiri," kata Suryo.

Selama dua hari, mereka menargetkan 500 porsi makanan siap santap yang dibagikan kepada kaum dhuafa dan masyarakat umum.

Hari ini 250 porsi, esok hari 250 lagi. Tak hanya memasak, kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bagi mahasiswa jurusan tata boga dari berbagai kampus yang sedang magang.

“Mereka kami ajari langsung, dari memotong bahan sampai teknik memasak yang baik. Jadi selain aksi sosial, ini juga jadi momen edukatif,” tutur Suryo.

Kegiatan ini turut didukung penuh oleh Takmir Masjid Gedhe Kauman. Ketua Takmir, Azman Latif, menyampaikan bahwa kurban tahun ini mencakup 11 ekor sapi dan 23 ekor kambing.

Seluruh dagingnya dibagikan ke warga yang membutuhkan, termasuk yang ingin dagingnya dimasakkan langsung di lokasi.

“Warga bisa datang bawa daging, mau dimasakkan gratis di sini. Tidak harus dari masjid, dari luar juga boleh,” ujar Azman.

Dalam balutan uap panas dapur dan tawa ringan para relawan, aksi ini menghadirkan kehangatan yang lebih dari sekadar sajian kuliner.

Ia mengajarkan bahwa kepedulian bisa dimulai dari dapur, dan memasak bisa menjadi bentuk cinta yang paling sederhana. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved