Sapi Masuk Keluar Wilayah Klaten Disemprot Disinfektan

Pengawasan menyasar pergerakan hewan ternak sapi yang datang dari dalam maupun luar Kabupaten Klaten.

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/Dewi Rukmini
PEMERIKSAAN SAPI: Petugas menyemprotkan disinfektan kepada sapi dan armada pengangkut sapi yang masuk ke Pasar Sapi Jatinom, Kabupaten Klaten, pada Selasa (3/6/2025). 

DKPP Klaten Perketat Pengawasan Lalu Lintas Hewan Kurban Jelang Iduladha 2025


Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini


TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban menjelang Iduladha 2025.

Pengawasan menyasar pergerakan hewan ternak sapi yang datang dari dalam maupun luar Kabupaten Klaten.

Seperti yang dilakukan jajaran DKPP Klaten dan tenaga kesehatan hewan di Pasar Sapi Jatinom, pada Selasa (3/6/2025). 


Kepala DKPP Kabupaten Klaten, Iwan Kurniawan, mengatakan, upaya meningkatkan pengawasan dan pendampingan itu diambil untuk memastikan kondisi sapi yang menjadi sasaran kurban dalam kondisi sehat. 


Langkah tersebut sekaligus mengantisipasi penyebaran penyakit hewan ternak yang masuk ke wilayah Bumi Bersinar jelang Idul Kurban.

Mengingat belum lama ini muncul kasus sapi mati diduga terkena penyakit mulut dan kaki (PMK) di Desa Gemampir, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 


"Kami lakukan pendampingan dan pengawasan bersama tim keswan (Kesehatan Hewan) sampai nanti hari H selalu standby. Ada sekitar 19 tim petugas keswan tersebar di 5 wilayah Puskeswan yang akan standby melakukan pengawasan.

"Saat hari H (Iduladha) kami juga akan tambah 60-an orang tenaga PPL untuk berkeliling melakukan pengawasan," ungkap Iwan kepada Tribunjogja.com saat ditemui di Pasar Sapi Jatinom, Selasa (3/6/2025). 


Selain itu, pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan terhadap sapi dan kendaraan yang dibawa masuk para pedagang ke pasar hewan.

Penyemprotan itu dilakukan untuk memutus rantai penyakit atau virus yang barangkali menempel di sapi maupun kendaraan pengangkutnya.


"Meski begitu kami mengimbau peternak untuk selalu menjaga lingkungan kandang. Kalau ada hewan baru masuk kandang, harus dikarantina dulu, jangan langsung dicampur hewan sehat."

"Sehingga tidak menyebarkan penyakit kepada sapi lainnya. Apabila tidak tahu kondisi hewan sehat atau tidak, bisa berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan di wilayah masing-masing," pesannya. 


Adapun pada Selasa (3/6/2025) pagi, Iwan Kurniawan bersama petugas kesehatan Puskeswan Jatinom secara simbolis sempat melakukan pengecekan kesehatan terhadap puluhan sapi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved