Ada Tiga Kasus Kematian Akibat Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Klaten

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada 2025 tercatat masih tinggi

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Istimewa
Nyamuk Aedes Aegypti 

 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada 2025 tercatat masih tinggi. 

Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Klaten mencatat ada sebanyak 297 kasus DBD di Kota Bersinar pada Minggu ke-19. 

Dari jumlah tersebut tercatat ada tiga kasus kematian akibat DBD

Kepala Diskes Klaten, Anggit Budiarto, mengatakan meski angka kasus DBD 2025 di Bumi Bersinar masih tergolong tinggi. 

Namun, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2024) dalam periode yang sama, kasus DBD di Klaten tahun ini lebih rendah. 

Catatan Dinkes pada pekan yang sama 2024 terdapat 512 kasus dengan 25 angka kematian akibat DBD

Dengan kata lain, terjadi penurunan kasus dan angka kematian akibat DBD di tahun ini. 

"Tetapi situasinya masih terhitung tinggi bagi kami. Karena masih ada angka kematian yang terhitung. Hitungannya kan per 100 kasus ada satu kematian, walaupun itu masih batas normal jika dibanding tahun kemarin," ujarnya, Senin (26/5/2025). 

Anggit menjelaskan, kasus DBD di Kabupaten Klaten masih tinggi lantaran saat ini jentik nyamuk Aedes Aegypti sudah membawa virus penyebab DBD

Artinya penularan penyakit DBD menjadi lebih cepat dan mudah selama jentik nyamuk aedes aegypti itu tidak hilang.

"Kalau dulu, jadi nyamuk dulu baru bisa membawa dan menularkan virus DBD ke manusia. Otomatis saat ini, kalau jentik nyamuknya masih ada. Maka masih ada potensi besar terjadi penyebaran penyakit DBD," paparnya.

Oleh karena itu, Anggit menegaskan bahwa pemberantasan sarang nyamuk (PSN) menjadi upaya utama untuk penangganan sekaligus pencegahan penularan penyakit DBD. Pihaknya mengajak masyarakat agar lebih rajin menjalankan kegiatan PSN. 

"PSN harus jalan terus, syukur-syukur seminggu dilakukan dua kali. Jumantik juga harus jalan terus, karena jadi satu cara paling efektif untuk memberantas jentik nyamuk,"  tandasnya. (drm)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved