Virus Chikungunya Serang Warga Melikan Wedi Klaten, Seperti Ini Gejalanya

Sejumlah warga Desa Melikan di Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diduga terserang virus chikungunya. 

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Dok. Bidan Desa Melikan
RAPID TEST: Petugas kesehatan sedang melakukan rapid test kepada warga Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang diduga terinfeksi virus chikungunya, Kamis (22/5/2025). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sejumlah warga Desa Melikan di Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diduga terserang virus chikungunya. 

Mereka mengalami sejumlah gejala terkena virus chikungunya semisal demam, nyeri sendi parah, bahkan hingga tidak bisa berjalan selama berhari-hari. 

Pemeriksaan medis pun mengungkapkan bahwa mereka terkena virus chikungunya. 

Bidan Desa Melikan, Sri Purnaningsih, membenarkan kabar tersebut. 

Pihaknya mengaku mendapatkan kabar tersebut sejak beberapa hari lalu. 

Kemudian, mengadakan pertemuan dengan para lansia di Desa Melikan, bersama Puskesmas Wedi dan petugas penyelidikan epidemologi (PE) untuk melakukan penyuluhan chikungunya pada Sabtu (10/5/2025). 

"Setelah itu kok banyak warga yang mengeluh dan merasakan gejala chikungunya. Akhirnya hari ini (22/5/2025) Puskesmas Wedi mulai menindaklanjuti dan menggelar pemeriksaan rapid diagnostic test (RDT)." 

"Hasilnya hampir semua warga yang dites, ternyata positif chikungunya," ungkap Sri kepada Tribunjogja.com, Kamis (22/05/2025). 

Dia menyebut, setidaknya ada sebanyak delapan warga yang mengikuti rapid tes. 

Dari jumlah tersebut diketahui bahwa tujuh warga positif terkena virus chikungunya dan satu warga hasilnya negatif karena belum lima hari mengalami gejala. 

"Jadi pemeriksaan rapid tes dilakukan kepada warga bergejala lebih dari lima hari, untuk mengetahui apakah mereka positif atau tidak. Ternyata saat dites, positif semua. Kebanyakan yang positif sudah dewasa, baik Ibu-ibu atau Bapak-bapak, mulai usia 30-an," katanya.

Menurutnya masih banyak warga Desa Melikan yang diduga mengalami gejala virus chikungunya, terutama merasakan nyeri sendi hingga tidak bisa berjalan. 

Aksi Bersih Sungai di Klaten Berhasil Kumpulkan Belasan Kantong Sampah


Dengan begitu, para tenaga kesehatan akan kembali melakukan rapid tes pada Jumat (23/5/2025). 

Berdasarkan pengakuan warga, Sri menuturkan sebagian besar sudah merasakan gejala virus chikungunya sejak beberapa pekan lalu. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved