Kenapa Hujan Berbau? Ini Jawabannya

bau hujan tersebut  merupakan hasil dari interaksi ozon, bakteri tanah, minyak tumbuhan, dan asam lemak saat hujan turun. 

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
shutterstock
Minuman yang cocok dinikmati saat hujan 

TRIBUNJOGJA.COM- Saat hujan, pernahkah kamu mencium aroma khas, seperti bau klorin? 

Aroma tanah yang tersiram air hujan menjadi aroma yang digemari oleh banyak orang. 

Lantas, tahukah kamu dari mana aroma tersebut? 

Apa faktor yang membuatnya ada? 

Secara garis besar, bau hujan tersebut  merupakan hasil dari interaksi ozon, bakteri tanah, minyak tumbuhan, dan asam lemak saat hujan turun. 

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana gabungan antara ozon, bakteri tanah, minyak tumbuhan, dan asam lemak saat hujan turun dapat menghasilkan aroma yang khas dan unik? 

Pada saat hujan turun, bakteri tanah bernama Actinomycetes melepaskan senyawa aroma tanah yang khas. 

Melansir dari Gramedia Blog, senyawa aroma tanah yang khas tersebut dikenal dengan sebutan senyawa geosmin. 

Senyawa geosmin sendiri merupakan senyawa yang berkontribusi dalam aroma hujan

Senyawa ini dihasilkan oleh bakteri dikala kondisi kering dan ketika hujan, senyawa ini akan lepas dan menguap ke udara sehingga menghasilkan aroma yang khas. 

Selain dari aroma senyawa bakteri Actinomycetes, aroma khas saat hujan juga dihasilkan dari aroma minyak tumbuhan. 

Saat kondisi kering, beberapa jenis tumbuhan menghasilkan minyak. 

Minyak tersebut kemudian dilepaskan ke udara saat hujan dan menghasilkan aroma tambahan saat hujan turun. 

Selain senyawa geosmin dan minyak tumbuhan, asam lemak, seperti palmitat dan stearat juga menghasilkan aroma saat hujan turun. 

Dalam hal munculnya bau hujan, ozon menjadi salah satu penyebabnya juga. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved