Satgas Premanisme Bantul Libatkan Tentara, Polisi, BIN, Satpol PP

emerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Premanisme untuk menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Dok. Satpol PP Damkar Klaten
ILUSTRASI: Satgas Premanisme dibentuk dengan melibatkan sejumlah unsur mulai dari Satuan Polisi Pamong Praja, TNI, Polri, BIN, Kesbangpol 

 

Tribunjogja.com Bantul === Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Premanisme untuk menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat serta menyikapi kondisi kemanan yang terjadi di beberapa tempat dalam akhir-akhir ini.

Sekretaris Daerah Pemkab Bantul, Agus Budi Raharja, mengatakan, sebenarya, kondisi di Kabupaten Bantul saat ini, masih aman. 

Hanya saja, perkembangan kondisi di daerah lain ada yang cukup berbeda yakni terkait kejadian keberadaan organisasi masyarakat (Ormas) bertindak serupa preman dengan memungut iuran keamanan dari pelaku usaha. 

"Nah, Satgas ini dibentuk untuk membatasi dampak yang terjadi dari situasi itu. Jadi, pembentukan Satgas Premanisme sudah menjadi kebijakan Nasional." 

"Tentu, Satgas ini menjadi upaya paling baik untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Bukan kemudian, sudah terjadi, baru kita reaktif. Kalau seperti itu, penaganannya biasa telat," kata Agus, dikonfirmasi Tribunjogja.com, Jumat (916/5/2025).

Disampaikannya, dengan kata lain, pembentukan Satgas Premanisme menjadi upaya preventif yang sifatnya turunan dari Nasional. 

Pasalnya, kerap kali, kejadian-kejadian yang sudah ada kemudian menular ke daerah-daerah lain, sehingga perlu dilakukan antisipasi sejak dini.

"Kalau misalnya di suatu wilayah terdampak itu ada penekanan dan sebagainya, maka di daerah yang tadinya tidak ada apa-apa bisa jadi malah muncul. 

"Masak Bantul yang tenang seperti ini terjadi sesuatu. Nah, itu kan perlu dipertahankan dan dilakukan antisipasi dari hal-hal yang tidak diinginkan ya," jelas Agus.

Nantinya, Satgas Premanisme itu dibentuk dengan melibatkan sejumlah unsur mulai dari Satuan Polisi Pamong Praja, TNI, Polri, BIN, Kesbangpol, hingga jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lain yang ada di Bumi Projotamansari.

"Jadi, kami bersama sejumlah unsur atau stakeholder terus berupaya mewujudkan Bantul yang aman, nyaman, dan tentram. Dengan begitu, masyarakat dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa tekanan atau gangguan dari pihak tertentu," tandas dia.

Operasi

Puluhan pelaku kejahatan premanisme, prostitusi hingga perjudian diamankan jajaran Ditreskrimum Polda DIY selama Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Progo 2025 

Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Idham Mahdi, dan Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, memaparkan capaian operasi tersebut yang berlangsung sejak 1 hingga 8 Mei 2025 tersebut.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved