Mata Lokal Fest 2025
Mata Lokal Fest 2025 : Kolaborasi Lintas Sektor untuk Menjawab Tantangan Berkelanjutan
Dalam pidato pembukanya, CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, menyampaikan bahwa media bukan sekadar menyuarakan isu, tapi juga menjembatani kolaborasi
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM - Mata Lokal Fest 2025 menjadi ruang temu strategis yang memfasilitasi sinergi berbagai pihak dalam menjawab tantangan keberlanjutan lokal yang berdampak global.
Digagas oleh Tribun Network, jaringan media dengan kehadiran di lebih dari 300 kota di Indonesia, acara ini menekankan pentingnya kerja kolektif dalam mendorong capaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Dalam pidato pembukanya, CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, menyampaikan bahwa media bukan sekadar menyuarakan isu, tapi juga menjembatani kolaborasi.
Ia mencontohkan persoalan sisa makanan dalam program pemerintah yang akhirnya justru berujung pada solusi berkelanjutan.
“Ketika kita mendengar tentang MBG (Makan Bergizi Gratis) dan adanya sisa makanan, kami justru berpikir, ini bisa jadi kompos. Maka kami pertemukan stakeholder. Connecting stakeholders adalah usaha kecil kami dalam membantu tugas mulia ini,” ujarnya saat sambutan dalam acara Mata Lokal Fest 2025 ‘Cutting Edge For Local Sustainability, di Hotel Shangri-La Jakarta, pada Kamis (8/5/2025).
Sejumlah pembicara memberikan pemaparan dalam acara ini.
Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad, menjelaskan bahwa parlemen secara aktif mendukung agenda keberlanjutan.
Ia menyebut, “DPR telah membentuk Tim Koordinasi Nasional Agenda 2030 dan memperkuatnya lewat Kaukus SDGs lintas fraksi. Kami mengawal UU Energi Baru Terbarukan, Ekonomi Sirkular, hingga RUU PPRT. Semua untuk memastikan tak ada yang tertinggal.”
Menurutnya, kolaborasi media dan parlemen penting untuk memastikan transparansi dan partisipasi publik.
Pertanian dan Diplomasi Pangan
Dari sektor pangan, Staf Khusus Menteri Pertanian, Sam Herodian, memaparkan bahwa Indonesia sedang bersiap mengekspor beras ke Malaysia di tengah potensi surplus nasional.
“Kami siapkan Kalimantan Barat sebagai sentra ekspor karena dekat dengan Malaysia. Tapi ini bukan soal ekspor semata, ini bentuk solidaritas Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan regional,” ungkapnya.
Dalam hal industrialisasi berkelanjutan, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyoroti pentingnya lembaga yang bisa menjembatani kebutuhan industri dalam melakukan transisi ke ekonomi hijau.
“Dalam waktu dekat, kami akan meluncurkan GISCO—Green Industry Service Company. Tugasnya menghubungkan pelaku industri dengan lembaga keuangan yang peduli lingkungan,” jelasnya.
“Kalau kita tidak transformasi, pasar ekspor bisa hilang karena syarat ramah lingkungan makin ketat.”
Visi Fadli Zon dalam Mendorong Indonesia Menuju Ibu Kota Budaya Dunia |
![]() |
---|
Pramono Anung Tegaskan Transportasi Publik sebagai Simbol Disiplin Baru ASN |
![]() |
---|
Menteri UMKM Dorong Prioritas Pasar Domestik, Diversifikasi Jadi Kunci Hadapi Gejolak Global |
![]() |
---|
Menperin Tekankan Percepatan Net Zero Emission di 2050 |
![]() |
---|
DPR RI Tegaskan Komitmen Legislasi Hijau untuk Capai SDGs di Mata Lokal Fest 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.